Tak Jadi Dipenjara Seumur Hidup, Pelajar Yang Bunuh Begal Dihukum Nyantri 1 Tahun

100

Lampung24jam.com, Kasus pelajar bunuh begal di Malang memang tengah menjadi sorotan beberapa waktu terakhir lantaran adanya dakwaan yang menuntut ZA agar dihukum seumur hidup.

Namun keputusan hakim akhirnya berkata lain, ZA divonis hukuman ringan berupa pembinaan di pondok pesantren selama 1 tahun dengan keringanan tetap bisa melanjutkan pendidikan formalnya.

Dakwaan penjara seumur hidup yang dialamatkan pada pelajar yang bunuh begal berinisal ZA (17) akhirnya diralat oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dakwaan super berat itu akhirnya diubah menjadi hukuman pembinaan yang mengharuskan ZA belajar di sebuah pondok pesantren (ponpes) di kawasan Malang selama setahun.

Dilansir dari Kumparan.com, Jum’at (24/1), pelajar berinisial ZA akhirnya bisa bernafas lega setelah hakim memvonis hukuman ringan dalam lanjutan sidang kasus pelajar bunuh begal di Malang.

Hasil sidang vonis di PN Kepanjen, Kabupaten Malang yang digelar Kamis (23/1), menyatakan ZA divonis dengan hukuman pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam selama 1 tahun.

“Bahwa anak ZA terbukti melakukan penganiayaan menyebabkan mati, maka anak ZA akan diberikan pidana pembinaan selama setahun di LKSA Darul Aitam,” ucap hakim Nunik Defiary.

Putusan hakim ini memastikan tuntutan dari JPU tidak dikabulkan setelah meminta ZA agar dihukum penjara seumur hidup lantaran dituding melakukan pembunuhan berencana hingga penganiayaan.

Padahal saat peristiwa yang terjadi pada 8 September 2019 silam itu, ZA diketahui menusuk seorang begal bernama Misnan (50) lantaran hendak memperkosa teman wanitanya. (*)

 

Sumber : keepo.me

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here