Klarifikasi Keluarga Terdampak COVID-19, Bukan Kelaparan Hanya Sempat Tidak Masak

116

Lampung24jam.com, BANDARLAMPUNG – Satu keluarga di Bandarlampung, Provinsi Lampung, sempat di beritakan kelaparan karena terdampak COVID-19, melakukan klarifikasi bahwa dirinya tidak kelaparan. Dia hanya sempat tidak masak karena tidak memiliki beras.

NL warga yang sempat diberitakan oleh Lampung24jam, Selasa (21/04) kemarin, mengaku keberatan jika dirinya disebut kelaparan. “Saya keberatan mas, disebut kelaparan,” kata NL, Rabu (22/04).Lansir monologis.id

Dia mengaku malu jika diberitakan kelaparan.

Keluarga NL sendiri bergantung pada penghasilan harian. Akibat pandemi COVID-19 ini sangat berdampak pada mereka.

Sementara itu, Lurah Rajabasa, Bandarampung, Atualudin mengatakan keluarga NL selama ini tinggal masih menumpang, dan sudah dimasukan dalam bantuan PKH.

“Keluarga tersebut, masuk dalam prioritas kami untuk menerima bantuan. Namun karena kebijakan pusat, masyarakat yang masuk dalam PKH tidak boleh lagi masuk dalam bantuan non tunai. Namun hasil klarifikasi, beliau tidak terima dikatakan kelaparan, sebab tetangganya pun sudah membantu,” kata dia.

Terpisah, Pemimpin Redaksi monologis.idTaufik Kurohman mengatakan, tidak ada yang salah dengan pemberitaan itu. Pihaknya hanya berusaha membantu masyarakat yang tengah kesusahan akibat pandemi COVID-19 agar mendapat perhatian dari pemerintah.

“Tidak ada tendesius untuk mempermalukan seseorang dalam pemberitaan tersebut. Situasi seperti sekarang ini banyak warga butuh perhatian. Tidak sedikit warga kurang mampu mengeluh tidak dapat bantuan, mungkin karena tidak terdata. Aduan-aduan itu banyak masuk ke redaksi. Dan wartawan berupaya menidaklanjutinya. Tapi jika, masyarakat yang sudah kita upayakan untuk kita bantu tidak terima atau tidak mau dibantu oleh pemerintah, itu kembali ke pribadi warga masing-masing,” kata Taufik.

Taufik menyampaikan permohonan maaf jika keluarga tersebut keberatan dengan pemberitaan yang ditayangkan tersebut.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here