Satu Keluarga Isolasi Mandiri, Warga Kompak Bergantian Antar Makanan

1404

Lampung24jam.com, Blitar – Satu keluarga di Kota Blitar harus mengisolasi mandiri. Sebab, kepala keluarganya berstatus ODP pulang dari Jombang. Dikoordinir ibu RT, warga lain kompak mengirim bahan makanan, agar proses isolasi mandiri bisa maksimal dilaksanakan.

Keluarga itu tinggal di Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo. Informasi yang dihimpun detikcom, sang suami bekerja sebagai supir truk pengangkut telur. Pada Jumat (24/4) istrinya memberi tahu RT di tempat tinggalnya, jika suaminya akan pulang dari Jombang.

Mendapat kabar itu, relawan COVID-19 kelurahan itu bersiap menyambut kedatangannya. Pak RT juga melaporkan ke Kelurahan Blitar, jika warganya akan datang akhir pekan.

Dan benar saja, pada Sabtu (25/4) si supir pulang ke Kelurahan Blitar. Dia langsung diantar menuju kantor kelurahan dan dicek suhu tubuhnya. Thermal gun menunjukkan angka 37,1 namun si supir tidak mengeluhkan adanya gejala lain di tubuhnya.

“Selasa (28/4) itu Satpol PP Kota Blitar dan petugas dinkes kembali mendatangi rumahnya. Mereka akan membawa Pak Y ke karantina kota. Namun yang bersangkutan menolak dan minta karantina mandiri di rumahnya. Petugas menyetujui dengan catatan harus disiplin,” kata istri RT, Wey Alfiatun kepada detikcom, Minggu (2/5/2020).

Kepada petugas Wey juga menyampaikan, jika anak istri supir juga harus mengisolasi diri karena mereka sudah kontak erat dengan supir selama tiga hari. Akhirnya berdasarkan mufakat bersama warga lain, semua anggota keluarga supir harus isolasi mandiri.

“Kami warga RT sini rembukan dan minta mereka sekeluarga mengisolasi diri dengan disiplin. Soal makan, kami konsekuen mengantar bahan makanan ke rumah mereka setiap hari,” imbuh Al.

Sebagai istri RT, Al kemudian mengkoordinir warga lain yang mampu memberikan dana atau membelanjakan sendiri bahan makanan kepada keluarga itu. Al tidak menentukan besaran uang, asal ikhlas demi kebaikan bersama.

“Alhamdulillah warga yang mampu itu ngasih lebih. Dan kebanyakan ibu-ibu di sini minta saya yang belanjain. Jadi sekalian saya atur agar bahan makanan yang kami kirim, memenuhi nutrisi dan gizi bagi keluarga itu,” tandasnya.

Cara mengantarkan bahan makanan itu, Al memasang paku di tembok samping rumah ODP. Jadi bahan makanan yang dimasukkan tas plastik, tinggal dicantolkan saja di paku itu tiap sore.

Mayoritas warga RT ini muslim, jadi mereka tidak masak pagi hari dan belanjanya sore. Sementara keluarga ODP itu non muslim. Jadi Al mengantar bahan makanan, bukan masakan yang sudah siap makan.

“Menurut saya, dalam situasi seperti ini kita harus bergotong-royong saling membantu, saling menjaga. Kebersamaan dalam masa sulit itu penting untuk saling menguatkan satu sama lain,” pungkasnya.

 

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here