Patut Ditiru, 12 Warga di Banyumas Kembalikan Dana BLT Karena Merasa Mampu

336

Gayabarunews.com, Banyumas – Dua belas warga asal Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, mengembalikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu. Mereka menilai bantuan tersebut lebih layak untuk diterima oleh warga lain yang lebih berhak.

Dengan diantar Kepala Desa dan Camatnya kedua belas  warga daerah  setempat tersebut mengembalikan secara simbolis kepada Bupati Banyumas, Achmad Husein di Pendopo Sipanji,Purwokerto,Rabu (06/05/2020) sore.

Sikap dan cara berfikir masyarakat yang seperti ini seharusnya perlu ditiru bagi masyarakat lainnya yang hidup masih berkecukupan ditangah pandemi Covid-19 di tanah air (indonesia) saat ini.

Kepala Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Mualiful Khasan mengatakan bahwa sesuai intruksi Bupati pada saat rapat video conference, yang mengintruksikan agar memantau penerima BLT, siapa tahu ada yang salah sasaran. Setelah mendata, dirinya melihat ada warga yang terlihat lebih membutuhkan, maka ada warga yang menerima dengan dibandingkan tetangganya yang lebih kurang mampu maka ke 12 warganya mau mengembalikan bantuan.

“Meski mereka tidak mampu-mampu amat, tetapi melihat ada warga sekitarnya yang membutuhkan mereka dengan ikhlas mengembalikan. Namun kalau bisa kami usulkan Bapak Bupati agar pengganti kedua belas desa ini juga warga Sirau,” pinta Kades.

Salah satu penerima Siti Chasanah Warga RT 02 RW 06 mengungkapkan bahwa dirinya bersama 12 warga lainya seharusnya menerima program BLT untuk warga yang terimbas adanya wabah covid-19. Meski tidak terlalu kaya namun karena dirinya melihat, ada warga lain yang kurang mampu maka dengan kesadaran mengembalikan bantuan tersebut.

“Dengan kesadaran dan keiklasan karena ada warga lain yang lebih membutuhkan, saya menyerahkan kembali kepada pemerintah untuk diserahkann kepada yang lebih berhak.” ujarnya.

Bupati Banyumas Achmad Husein, mengapresiasi langkah keduabelas Warga Sirau yang berinisiatif mengembalikan program BLT. Menurutnya karena luar biasa, dia mengundang ke Pendopo untuk melihat dari dekat, orang-orang yang dengan keiklasan mau mengembalikan bantuan. Menurut dia, sesuai mekanisme, bantuan sosial tersebut bisa dikembalikan tetapi juga harus dilaporkan dulu ke Mensos.

“Terima kasih bapak ibu atas keiklasan mau mengembalikan bantuan. Pasti kan ini tidaK ada paksaan dari Pak Camat dan Kepala Desa,” tutur Bupati menegaskan.

Menurutnya hal tersebut benar-benar luar biasa, disaat semua dalam kesulitan ada orang yang sudah tercatat mendapat bantuan dengan sadar dan ikhlas mengembalikan untuk dialihkan untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

Sumber: Humas Pemkab Banyumas
Editor: Zainal La Adala (medianasional.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here