Dihadang Warga Sampai Terjatuh, Jambret di Balam Dihajar Massa

305

Lampung24jam.com, BANDARLAMPUNG – Nasib sial dialami dua pemuda di Telukbetung Utara, pasalnya aksi penjambretan yang mereka lakukan dihadang oleh warga sampai keduanya terjatuh dan dihakimi massa.

Dua pelaku jambret hampir tewas setelah gagal melakukan penjambretan di bilangan Jalan Diponegoro Sumur Batu Telukbetung Utara, Bandarlampung, Selasa (12/05) malam.

Iman salah satu warga Bandarlampung yang kebetulan melintas disekitar lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 20.30 WIB.

“Kalau kejadian saya gak tahu persis, yang jelas teriak jambret minta tolong, nah warga ngadang,” ujarnya, Rabu (13/5) dinihari.

Lanjutnya, kedua pelaku terjatuh.

“Sebelum diamuk warga, satpam Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), masuk ke situ,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Bandarlampung Iptu M Anis membenarkan adanya aksi penjambretan ini.

“Ada dua pelaku sudah diamakan, saat kejadian kami tim kamsel Satlantas Polresta Bandarlampung sedang melaksanakan patroli di sekitar wilayah Sumur Putri,” katanya.

“Lalu kami mendapat informasi dari warga kalau ada pelaku penjambretan yang ditangkap oleh massa setelah itu kami langsung datang ke TKP, memang benar ada pelaku diduga jambret itu sudah dikerumuni warga,” imbuhnya.

Ditanya soal kejadian, Anis menjelaskan, jika aksi kejahatan ini bermula saat korbannya atas nama Tia berboncengan dengan rekannya dari dari arah Kaliawi ke Jalan Wolter Mongonsidi.

“Lalu masuk ke jalan Rasuna Said, pas di depan bengkel sebelum Hotel Seven (Swiss-Belhotel) di situ terjadi penjambretan, di mana pelaku mengambil handphone milik korbannya,” jelas Anis.

Lanjut Anis, korban Tia langsung menyampaikan kepada rekannya, pengendara di depan, jika dia telah dijambret.

“Maka dikejarlah sambil terus teriak jambret-jambret sehingga tertangkap di jalan Diponegoro dekat kantor KPPU, di situ kami sudah amankan dari amukan warga,” bebernya.

Kata Anis, untuk menghindari amukan massa, ia meminta bantuan agar personel bisa mengondisikan massa.

“Setelah bantuan datang kami bawa ke mobil dan dibawa ke Polresta untuk tindak lebih lanjut. Sementara dua pelaku, korban dan barang bukti serta kendaraan pelaku sudah kami serahkan ke Polresta,” tutur Anis.

Disinggung apakah masih keluarga, Anis mengakui adanya informasi tersebut.

“Infonya seperti itu, tapi kami tidak tahu kronologisnya bagaimana sehingga itu (masih keluarga) terjadi untuk itu akan diproses lebih lanjut di unit Reskrim,” tandasnya. (rls)

Sumber : monologis.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here