Banjir Bandang di Tanggamus, Jalur Lintas Barat Sumatera Terputus

268

Lampung24jam.com, Tanggamus — Hujan deras dan longsor mengakibatkan di tanggamus mengakibatkan beberapa fasilitas umum rusak, bahkan jalan lintas barat sumatera ikut lumpuh.

Jalan lintas barat Sumatera, tepatnya di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang menghubungkan Lampung-Bengkulu terputus. Putusnya jalur itu dipicu banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Semaka sejak Selasa (4/8/2020) malam.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Cahyo Dwi Nugroho mengatakan, hingga Jumat, tim SAR gabungan masih berupaya menyingkirkan tanah dan batu yang menimbun badan jalan lintas barat Sumatera tersebut.

”Hingga pagi ini, material longsor masih menutupi badan jalan lintas barat Sumatera. Ada sembilan titik longsor dengan ketinggian sekitar setengah meter,” kata Nugroho saat dihubungi dari Bandar Lampung, Rabu (5/8/2020) pagi.

Kendaraan roda empat dari arah Bandar Lampung dan Kabupaten Pesisir Barat belum dapat melintasi jalan itu sejak Selasa malam. Kendaraan yang terjebak terpaksa bertahan atau memutar balik.

Hingga pagi ini, material longsor masih menutupi badan jalan lintas barat Sumatera. Ada sembilan titik longsor dengan ketinggian sekitar setengah meter.

Jalan lintas barat Sumatera yang tertimbun longsor itu merupakan akses utama yang menghubungkan Lampung ke Bengkulu melalui Kabupaten Pesisir Barat.

Hingga kini, BPBD setempat belum dapat memastikan penyelesaian proses pembersihan material longsor. BPBD masih menunggu alat berat untuk evakuasi material longsor.

Jika cuaca cerah, waktu yang dibutuhkan menyingkirkan material longsor diperkirakan sekitar 48 jam. Namun, jika cuaca buruk, pekerjaan evakuasi terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan petugas.

”Kami memperkirakan butuh waktu sekitar dua hari untuk menyingkirkan material longsor ini,” ucapnya.

Sekretaris Camat Semaka Zailani mengatakan, banjir bandang yang melanda tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Selasa malam pukul 21.00. Hujan  deras selama lebih dari 2 jam membuat tanggul sungai jebol sehingga air meluap ke permukiman warga. Hujan deras juga menyebabkan perbukitan di sisi kanan dan kiri jalan lintas barat Sumatera yang melintasi kecamatan itu longsor.

Hingga kini, petugas di kecamatan bersama BPBD Tanggamus masih melakukan pendataan warga yang terdampak. Diperkirakan, ada 300 rumah yang terdampak banjir bandang rersebut.

Meski demikian, sebagian warga masih bertahan di rumahnya. Namun, ada juga yang memilih mengungsi ke rumah kerabatnya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Pemerintah akan memprioritaskan penyaluran bantuan berupa makanan siap saji dan obat-obatan kepada warga. (rls) Sumber : kompas.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here