Tidak di “Layani” Sang Istri, Wanda Gelap Mata Aniaya Bayinya Sendiri Hingga Tewas

844

Lampung24jam.com, WAY KANAN – Tim Tekab 308 Polres Way Kanan mengamankan Kus Wanda (20) karena diduga melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya yang berusia satu bulan, hingga meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Minggu (9/8/2020) malam.

Kus Wanda dan istrinya, Emilia Safitri, merupakan warga Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan yang merantau ke Kampung Karang Umpu untuk bekerja sebagai buruh deres karet.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sujana menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sekira pukul 22.00 WIB.

Saat itu Emilia sedang membersihkan ikan. Kus ditegur sang istri karena mencium bayinya sambil merokok.

“Sekitar satu jam kemudian korban menangis karena dicekik pelaku dua kali saat berada di kasur,” ujar AKP Devi melalui pres rilisnya, Senin (10/08/2020) malam.

Melihat kejadian itu, Emilia langsung mengambil dan menggendong bayinya sambil memberikan ASI.

Setelah itu pelaku mengajak istrinya berhubungan badan. Namun ditolak, dengan alasan usia anaknya baru 41 hari, sehingga terjadi cekcok.

Parahnya, saat cekcok itu Kus melakukan kekerasan fisik terhadap bayi kandungnya dari belakang badan, yang masih dalam posisi gendongan istrinya.

“Pelaku juga memukul istri dan anaknya dari belakang, hingga bagian kepala anaknya,” terang AKP Devi.

Kemudian Emilia hendak ke luar rumah untuk meminta pertolongan. Namun kaki sang bayi malang itu ditarik pelaku.

“Bukannya sadar dan berhenti, tapi pelaku terus memukuli anaknya berulang-ulang,” kata AKP Devi.

Emilia lalu meletakkan anaknya di lantai dekat dinding rumah sambil menarik pelaku dan berteriak ‘istighfar kamu’.

Setelah itu Emilia mengambil anaknya yang sedang menangis.

Sang bayi berhenti menangis dengan kondisi muka pucat dan dingin serta napasnya tersendat-sendat.

“Tak lama kemudian sang bayi tidak bernafas lagi dan meningal dunia,” tutur AKP Devi.

Emilia lalu ke luar rumah lewat pintu belakang dan melaporkan kejadian itu ke Polres Way Kanan.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam di Blambangan Umpu untuk dilakukan visum.

Anggota Tekab 308 Polres Way Kanan bersama Unit Reskrim Polsek Gunung Labuhan mendapat informasi jika masyarakat telah mengamankan tersangka di rumah orangtuanya, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan.

Tersangka dapat dijerat dengan pasal 76C Jo Pasal 80 ayat 3,4 UU No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orangtuanya,” tegas AKP Devi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here