Suami Jambret Uang Istri 40 Juta, Terancam 12 Tahun

466

L24, Makassar – Kasus jambret di Makassar, bikin heboh. Istri terkejut yang menjambret uang dalam tas senilai Rp 40 juta, ternyata adalah suaminya.

Seorang pria nekat melakukan tindakan tak biasanya dengan menjambret istri sendiri hingga uang Rp 40 juta miliknya raib.

Sang istri pun terkejut saat mengetahui kalau suaminya sendiri melakukan tindakan. Itu diketahuinya, setelah pelaku ditangkap polisi.

Kejadian ini pun dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtcahyana, Jumat (21/8/2020).

Ia menceritakan kalau sang suami inisial JA alias Robi (40) menjambret istrinya sendiri, SG (31). Peristiwa itu saat berada di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (19/8/2020) sore.

Robi kata Nurtcahyana, melihat istri sirinya itu dibonceng oleh laki-laki lain di lokasi kejadian hingga membuatnya cemburu buta.

Saat itu pelaku membuntuti korban dengan menggunakan sepeda motor. Hingga berada di lokasi kejadian, pelaku merampas tas milik korban.

Tas tersebut berisikan emas, kunci mobil, STNK, kartu ATM, dan surat-surat berharga lainnya yang nilainya mencapai Rp 40 juta.

Istri terkejut bukan kepalang, saat mengetahui kalau pelaku menjambret ternyata suaminya sendiri. Dia seakan tidak percaya kejadian yang menimpanya.

Dia kemudian melapor ke Polsek Rappocini. Ia mengaku telah mengalami kerugian sebesar Rp 40 juta.

Sementara itu polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap Robi. Ia bersembunyi di rumah saudaranya di Jalan Balang Beru, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Saat ditangkap, pelaku dilansir Sindo mengakui tindakan penjambretan yang dilakukan terhadap istrinya.

“Pelaku merasa cemburu karena korban berboncengan dengan pria lain,” ujar Nurtcahyana.

Saat melihat istrinya berboncengan dengan laki-laki lain itu muncullah niat jahat. Niat itu untuk melakukan tindakan menjambret barang-barang berharga milik istrinya itu.

Sementara itu setelah ditangkap Robi kini mendekam di sel Polsek Rappocini. Tas yang dijambret, turut disita. Tas sebagai barang bukti masih utuh.

Panit Reskrim II Unit Rappocini, Ipda Nurma Matasa, saat di lokasi mengatakan sempat terjadi keributan antara korban dan pihak keluarga pelaku. Korban yang terus menangis histeris dan menyampaikan kesedihannya terhadap sikap pelaku yang selama ini sering berbuat kasar.

Kini pelaku pun terpaksa harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.

”Suami korban dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here