Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Pelabuhan Bakauheni Kembali Diperketat

316

Lampung24jam.com, –Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sejak 14 September 2020 akibat lonjakan kasus Covid-19, berdampak pada lintasan penyeberangan Bakauheni-Merak.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni untuk tetap menjaga konsistensi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di Pelabuhan secara ketat.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Capt. Solikin mengatakan untuk pelaksanaan prokes tersebut dibutuhkan sinergitas instansi terkait, dalamnya hal ini yaitu Satgas Covid-19, TNI-Polri, KKP, BPTD dan para pemangku kepentingan atau stakeholders lainnya.

“Kami tegaskan lagi, ASDP konsisten melaksanakan Protokol Kesehatan. Semua fasilitas terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 tetap tersedia dan dapat dipergunakan seperti wastafel cuci tangan, spot hand sanitizer, markah physical distancing dikursi-kursi penumpang, dialur jalur penumpang dan kewajiban Pengguna Jasa memakai masker,” kata Capt. Solikin, jelasnya, Sabtu (19/9/2020) malam.

Solikin mengungkapkan bahwa sesuai dengan surat Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu–Lampung tahun 2020 tentang Pelaksanaan Portokol Pencegahan Penyebaran Covid-19, ASDP akan melaksanakan secara konsistensi

Namun, tugas tersebut menjadi tanggung jawab bersama baik regulator, operator pelabuhan, operator kapal dan pengguna jasa.

“Kalau kita sadar akan kesehatan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain, kita enggak perlu disuruh cuci tangan dulu oleh petugas baru mau cuci tangan, tapi itu sudah menjadi hal yang wajib tanpa paksaan,” ujarnya.

Menurut Solikin meski masih ada kekurangan yang dilihat secara kasat mata, namun ASDP memastikan penerapan prokes secara ketat baik di Pelabuhan maupun di Kapal tetap berjalan dan berkelanjutan.

“Mulai dari disinfeksi kapal, jaga jarak, cuci tangan serta mewajibkan penggunaan masker bagi pengguna jasa maupun petugas saat berada di Pelabuhan maupun di Kapal,” ujarnya.

Solikin menyampaikan bahwa masukan dan saran akan tetap menjadi perhatian ASDP. Menurutnya Pelabuhan Bakauheni merupakan fasilitas publik dan objek vital yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

“Kami memastikan mobilisasi logistik dan pergerakan orang harus tetap terjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanannya,” kata dia.

“Kami mengapresiasi jika ada keluhan atau masukan yang bersifat positif, karena ini akan menjadi perhatian ke depannya. Kami tidak bisa menilai diri sendiri apa yang telah dilakukan tapi orang lain atau masyarakat yang bisa menilai kami dan memberikan saran atau kritik tentunya yang objektif dan konstruktif guna kemaslahatan kita bersama,” pungkas Solikin.(*) Sumber : rumahberita.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here