Kasus Dugaan Fee Proyek yang Seret Nama Wabup Pringsewu Ditangani Polda Lampung, 7 Saksi Ikut Diperiksa

533

Beritaberlian.com, Bandar Lampung –Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung memeriksa secara marathon lima saksi dalam kasus penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang menyeret nama Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, media Senin-Selara 2-3 November 2020.

Kepada lima orang saksi menjalani pemeriksaan dipimpin penyidik AKBP Heru Irianto dan Aiptu J Siregar di ruang Ditkrimum Polda Lampung adalah Andreas Andoyo (Dosen), Ahmad Muslimin (Swasta), Tumiyono (Swasta), Fasmanto (swasta), Erik Satria (Polri), Hasan Fauzi (pns). “Ya perkaranya sudah dalam tahap penyidikan. Hingga kini kita sudah memeriksa 7 orang saksi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum pada Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Ahmad.

Dalam kasus atas nama pelapor Ajrudin (54) warga Pekon Wates Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, dengan terlapor atas nama Bambang Urip Tri Martono (54) warga Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu. Korban dirugikan Rp750 juta, uang tunai dan satu unit mobil Toyota Alphard Vellfere B-2904-SBR.

Bambang Terdaftar Sebagai Tenaga Honor

SK honor terlapor

Data Bambang Urip Tri Martono dengan alamat KTP adalah rumah Dinas Wakil Bupati Pringsewu, di Jalan Sakti, Rt/Rw 01/02 Pringsewu Barat. Pada Tahun 2017 terdaftar sebagai tenaga honor petugas kebersihan Bagian Umum Sekdakab Pringsewu. Kemudian pada tahun 2018, dipindahkan sebagai tenaga honor petugas Kebersihan Rumah Dinas Wakil Bupati Pringsewu.

Kasus itu sempat awalnya di laporkan ke Polres Tanggamus medio 11 Juni 2019 lalu. Lalu empat bulan kemudian kasus dilimpahkan Polres Pringsewu, dan satu bulan kemudian di limpahkan ke Ditkrimum Polda Lampung. Perkara nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019. Dan dalam laporan korban berdasarkan keterangan Bambang Urip Tri Martono menyebut nama Wakil Bupati Pringsewu.

Ditkrimum Polda Lampung kemudian melakukan gelar perkara pada tanggal 24 September 2020, sehingga kasus kemudian ditingkatkan kepenyidikan. Direskrimum Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Akhmad menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh penyidik dan sudah di dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tertanggal 12 Oktober 2020.

Dalam bukti laporan polisi pelapor menyebutkan Bambang atas nama Wakil Bupati Pringsewu, menjanjikan proyek insfrastruktur di wilayah Kabupaten Pringsewu senilai Rp4 miliar. Pelapor percaya karena Bambang diketahui menjadi orang dekat atau anak buah Wakil Bupati Pringsewu. Bambang meminta sejumlah uang dan diberi uang kast Rp300 juta berikut satu unit mobil merek Toyota Alfath Vellfire 2.4 AT Tahun 2008 wama Hitam B-315-HD

Kepada Ajrudin, Bambang berdalih bahwa yang memintanya adalah Wakil Bupati Pringsewu. Pada Kamis tanggal 06 Juni 2018 sekira jam 16.00, Ajrudin menyerahkan uang sebesar Rp300 juta dan satu unit. mobil Toyota Vellfire 2.4 AT Tahun 2008 kepada Bambang, namun hingga saat ini Proyek Insfraktruktur Jalan Rp4 miliar yang dijanjikan Bambang itu tidak ada.

Setelah uang beserta kendaraan itu diberikan, janji pemberian proyek infrastruktur jalan di Pringsewu tidak kunjung terrealisasi. Atas kejadian itu pelapor merasa tertipu, yang jika ditotal mengalami kerugian sebesar Rp750 juta. (*)

Sumber : sinarlampung.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here