Pemuda Asal Terusan Nunyai Lamteng Bacok Keponakan Hingga Tewas, Ini Motifnya

588

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – Sungguh Kejam Perbuatan EYT, Pemuda Asal Lampung Tengah yang tega membunuh keponakanya sendiri lantaran kesal kepada ayah korban, ia juga mengaku pembunuhan tersebut atas dasar bisikan gaib yang di dengarnya.

Polisi membeberkan motif seorang paman tega membacok keponakannya sendiri di Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

EYT, pelaku pembacokan terhadap keponakannya, mengaku mendapat bisikan gaib.

Selain itu, ia mengaku kesal pada ayah korban yang tak memberinya pinjaman uang.

F (8), warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, tewas dengan cara yang tragis.

Siswa SD itu ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah, Sabtu (14/11/2020).

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, EYT mengaku kesal pada Romi, ayah korban, karena tidak dipinjami uang.

“Sebelumya pelaku mau minjam uang ke ayah korban Rp 1 juta, namun tidak diberi,” ujar Iptu Santoso, Minggu (15/11/2020).

Setelah hendak keluar rumah orangtua korban, pelaku mengaku mendapat bisikan gaib untuk membunuh F.

“Saat itu pelaku memanggil F. Korban diajak pelaku. Bilangannya mau diajarkan mengendarai motor,” jelasnya.

Setelah sampai di tobong bata areal Gang Warid, hanya beberapa ratus meter dari rumah korban, pelaku EYT lantas membacok korban dengan pisau, kemudian meninggalkannya begitu saja.

EYT, pelaku pembacokan terhadap keponakannya sendiri, diringkus polisi.

EYT diamankan setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (14/11/2020).

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso mengatakan, EYT ditangkap saat bersembunyi di Menggala, Tulangbawang.

“Setelah kami lakukan pengejaran, akhirnya EYT kami amankan di tempat persembunyiannya di Menggala, Tulangbawang, Sabtu sekitar pukul 23.45 WIB,” kata Iptu Santoso, Minggu (15/11/2020).

Saat ini EYT masih diperiksa di Mapolsek Terusan Nunyai.

Polisi juga tengah mendalami motif pelaku membacok bocah delapan tahun yang merupakan keponakannya sendiri.

“Kami masih melakukan pengembangan perkara atas kasus ini. Sementara pelaku kami kenakan pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya. (*)

Sumber : Tribunlampung.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here