Bejat, Seorang Ayah Asal Bumiratu Nuban Cabuli Anak Tirinya Sejak Kelas 3 SD – 2 SMK

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – Tak bermoral, seorang ayah tiri berinisial MRM (44) asal kecamatan Bumiratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah telah berbuat cabul terhadap anak tirinya yang berusia dibawah umur.

Tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh tersangka tergolong lama, pasalnya gadis malang yang jadi korban mengaku di cabuli sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) sampai sekarang duduk di kelas 2 SMK.

Pelaku yaitu berinisial MRM (44), warga Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Akibat perbuatan bejat terhadap anak tirinya, pelaku kini telah ditangkap polisi.

Aksi tak senonoh pelaku terbongkar setelah korban akhirnya buka suara lantaran sudah tidak tahan dengan perlakuan bejat ayah tirinya.

Kapolsek Gunung Sugih Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku MRM (44) terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih di bawah umur.

Pelaku telah melakukan aksi tak senonohnya terhadap korban berulang kali sejak anak tirinya itu masih duduk di kelas 3 SD hingga kelas 2 SMK.

“Pelaku telah berbuat tidak senonoh terhadap putri tirinya sejak kelas 3 SD hingga kelas 2 SMK,” kata Kapolsek, dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2021).

Menurut Widodo pelaku MRM terakhir kali melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak tirinya tersebut pada Kamis (14/1/2021) lalu sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, kata Kapolsek, pelaku MRM mendatangi korban ketika sedang tertidur pulas di dalam kamarnya.

Saat korban sedang tertidur pulas itu lah, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar korban.

“Saat itu, korban sedang tertidur pulas di kamar. Lalu, pelaku masuk kamar putrinya dan langsung tidur disebelah korban,” ujar Kapolsek Gunung Sugih Iptu Widodo Rahayu.

Setelah itu, lanjut Kapolsek, pelaku langsung melancarkan aksi bejatnya dengan berbuat tak senonoh terhadap korban yang merupakan anak tirinya.

“Setelah puas melampiaskan nafsunya,
pelaku meninggalkan korban sambil mengancam akan memukul korban apabila menceritakan kepada keluarga maupun orang lain,” ujar Iptu Widodo.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya memang sebelumnya kecanduan menonton film porno,” lanjutnya.

Kapolsek menjelaskan pelaku MRM dilaporkan oleh korban dengan didampingi nenek dan pamannya ke Polsek Gunungsugih.

Berdasarkan keterangan korban, dirinya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan bejat ayah tirinya karena selalu menjadi sasaran pelampiasan.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku MRM dijerat dengan Pasal Persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, pasal 76 D Jo 81 dan 76 E Jo 82 UU RI no 17 tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya hukuman penjara 15 tahun,” pungkas Kapolsek. (*) Sumber : lampung77.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here