Diancam Dengan Sajam, Kakek Asal Pringsewu 10 Kali Tiduri Gadis Dibawah Umur

1096

Lampung24jam.com, Pringsewu – Mengaku tak kuat menahan nafsu birahi karena sudah enam tahun ditinggal istrinya meninggal seorang kakek DA (63) Cabuli gadis 15 tahun dirumahnya, atas dugaan pencabulan tersenut ia harus Ditangkap oleh polisi demi proses hukum.

Diketahui aksi bejat pelaku meniduri korban dibawah ancaman tidak hanya satu kali, melainkan sudah berlangsung sebanyak sepuluh kali sejak Juli 2020 lalu.

Akibat perbuatannya, pelaku yang merupakan warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, tersebut akhirnya ditangkap polisi.

Ia diamankan polisi di sebuah rumah kost di Kuncup Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Rabu (27/1/2021) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu AKP Sahril Paison mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, dalam keterangannya, Sabtu (30/1/2021), menjelaskan terungkapnya peristiwa tersebut setelah korban menceritakan perbuatan bejat pelaku kepada pihak keluarga.

Lantaran tidak terima dengan perlakuan berjat pelaku, pihak keluarga korban pun kemudian melaporkan kakek berusia 63 tahun itu kepada pihak kepolisian.

Sahril Paison menjelaskan kronologis kejadian memilukan yang dialami gadis di bawah umur tersebut. Peristiwa tak senonoh tersebut bermula saat korban diajak temanya menginap di rumah pelaku.

Menurut Kasat Reskrim, aksi bejat pelaku dilakukan saat korban sedang tertidur. Korban kaget dan terbangun dari tidurnya lantaran tubuhnya seperti ada yang menindih.

Saat korban terbangun, kata Kasat Reskrim, ternyata sudah ada pelaku diatas tubuhnya yang berusaha untuk menyetubuhinya.

Pada saat kejadian, lanjut Kasat Reskrim, korban menolak dan sempat akan melawan perbuatan pelaku. Namun, korban akhirnya tak berdaya karena pelaku mengancam menggunakan senjata tajam. Korban pun kemudian hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan bejat pelaku.

“Dalam aksinya pelaku mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan senjata tajam berupa golok dan pisau,” kata Kasat Reskrim.

Sahril Paison mengungkapkan bahwa menurut keterangan korban, dirinya sudah sekitar 10 kali disetubuhi oleh pelaku. Peristiwa pencabulan itu sendiri terjadi di rumah pelaku. “Saat kejadian tersebut korban sedang menginap di rumah pelaku,” kata Kasat Reskrim.

Menurutnya aksi pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap korban terjadi dalam rentang waktu pertengahan Juli 2020 lalu dan terakhir pada Januari 2021.

Dihadapan petugas, pelaku yang telah memiliki 3 anak dan 3 cucu ini mengakui semua perbuatanya. Menurut pelaku dirinya melakukan aksi tidak senonoh terhadap korban karena tidak mampu menahan nafsu birahi setelah 6 tahun ditinggal meninggal istrinya.

“Sebab pelaku melakukan pencabulan karena tidak mempu menahan nafsu birahi setelah ditinggal istrinya meninggal dunia,” jelas Sahril Paison.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, saat ini pelaku berikut barang bukti berupa satu bilah pisau dan pakaian korban telah diamankan di Mapolres Pringsewu.

“Untuk proses hukum selanjutnya terhadap pelaku di jerat dengan pasal 76 D jo pasal 81 ayat (1) dan (2) UU RI No 17 TH 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim. (*) Sumber : lampung77.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here