Harga Singkong Anjlok, Anggota DPRD Provinsi Lampung I Made Suarja Bertindak

1649

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – Tidak stabilnya harga singkong dengan kerap berada diposisi terendah membuat para petani singkong mengeluh karena tidak sebanding dengan biaya tanam dan perawatan, hampir semua petani singkong samgat menginginkan kebijakan dari berbagai pihak untuk menstabilkan harga singkong diwilayah mereka, dalam hal ini Lampung Tengah.

Hal ini yang menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Lampung asal Gerindra I Made Suarjaya.

I Made Suarjaya pun mengaku geram mendapat aduan puluhan petani singkong saat kunjungan ke Desa Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung tengah, dimana petani putus asa karena hasil pertaniannya tidak cukup untuk modal menanam kembali.

“Pabrik menerima singkong saat ini berkisar harga Rp.700/kg dengan potongan hingga 30%. Petani menangis pada saya, sebab hasil penjualan singkongnya tidak cukup untuk menanam kembali, ini kan gila. Saya tidak akan tinggal diam,” ungkap wakil rakyat yang berjuluk cah angon kepada awak media, Jumat (4/2/2021).

Ia mencium ada intrik permainan oligopoli oleh sejumlah perusahaan pengolahan singkong di Lampung, sehingga harga sangat rendah di petani.

“Ini bukan monopoli tapi oligopoli antar sesama pengusaha. Saya usung pansus di DPRD untuk mengusut tuntas ini. Kami akan panggil para pemilik pabrik, saya sudah punya data ada 6 pabrik yang terbukti bermain,” ujarnya tegas.

Ketika ditanya tentang perusahaan pengolah singkong tersebut, Anggota Dewan ini mengatakan bahwa perusahaan yang dilawannya merupakan pemain skala besar. Namun dirinya menyatakan siap menanggung semua resiko demi membela kelangsungan hidup petani.

“Saya tahu ini perusahaan raksasa semua, saya sudah minta restu fraksi dan pimpinan partai di Lampung. Bila perlu saya akan menghadap pimpinan di Jakarta. Yang jelas oligopoli ini harus dilawan, buat apa perusahaan besar-besar tapi petani sengsara,” tutupnya. (*)

2 KOMENTAR

  1. Betul sekali pak.mhn di bantu para petani singkong.mereka tak berdaya SDH harga nya murah potongan nya besar.bagaimana petani bisa sejahtera kalau para pengusaha nya kompak kompromi atau menerapkan sistem oligarki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here