Butuh Biaya Berobat, Gadis 11 Tahun Asal Lampung Timur Derita Kanker Tulang

1837

Lampung24jam.com, Lampung Timur, kisah Gadis belia  11  tahun warga Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, ini hanya bisa terbaring di atas kasur karena menderita kanker tulang, keadaan Nurul kini sangat memprihatinkan kaki sebelah kanan membengkak hingga ia tak bisa melakukan kegiatan seperti anak-anak di usianya.

Dari hasil pemeriksaan medis, Nurul divonis mengidap kanker tulang atau tumor ganas tulang dengan istilah osteosarkoma.

Tumor ini sering terjadi atau terjangkit pada anak usia belasan tahun. Penyakit ini umumnya terletak pada pangkal lutut dan paha.

Nurul Hidayah merupakan anak perempuan pasangan Harjoko dan Srilestari. Ia tinggal bersama orang tuanya di Dusun 01 RT 01 Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Saat ini, ia hanya terbaring lemas dan tak bisa beraktivitas. Kaki kanannya tepatnya pada bagian bawah lutut, kini terlihat membengkak.

Ayah Nurul Hidayah, Harjoko mengatakan anaknya menderita Osteosarkoma saat pengobatan di Rumah Sakit (RS) Metro. Kemudian, putrinya itu dirujuk melalui pengobatan di RS Palembang untuk penanganan kanker.

“Awal mula terasa sakit sekitar 5 bulan lalu. Terus semakin lama, kakinya membengkak dan membesar. Kami sedih, saat ini dia hanya bisa terbaring saja,” kata Harjoko, di Kediamannya, Jumat (12/3/2021).

Harjoko menceritakan sejak bulan Januari lalu, putrinya itu rutin melakukan pemeriksaan di salah satu RS di Palembang. Meski dalam pengobatan sudah di tanggung BPJS Pemerintah, namun Harjoko kini terkendala biaya akomodasi perjalanan.

Tak cuma itu, putrinya itu pun kini harus membutuhkan bantuan donor darah. “Saat ini Nurul masih tahap kemoterapi. Kondisinya lemah dan sering butuh asupan darah jenis AB+ yang harus kami keluarkan untuk biaya,” tutur Harjoko.

Harjoko yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambak itu kini mengaku kebingungan untuk memenuhi biaya keperluan perawatan putrinya yang bercita-cita ingin menjadi seorang guru tersebut. Apalagi, proses pengobatan sang buah hati masih cukup panjang.

“Sebenarnya, saat ini kami kebingungan untuk biaya akomodasi proses pengobatanya. Nggak tau dari mana, karena kami pun nggak bisa kerja karena harus mendampingi Nurul yang kondisinya seperti itu,” ujarnya. (*) Sumber : lampung77.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here