5 Fakta Anak Penggal Kepala Ayah Kandung di Lamteng, Sempat Minta Maaf

750

Lampung24.com, Lamteng – Warga sangat digegerkan dengan kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandung terhadap ayahnya yang sudah tua, Peristiwa seorang anak memenggal kepala ayah kandungnya hingga putus terjadi di Kampung Sendangrejo, Kecamatan Sendangagung, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Diketahui pelaku berinisial KPW (32), sementara korban yang merupakan ayah kandungnya yakni berinisial SR (68). Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (22/3/2021) siang.

Berikut ini fakta-fakta peristiwa anak penggal kepala ayah kandung di Kabupaten Lampung Tengah

1. Sempat Minta Maaf Sebelum Penggal Kepala Ayahnya

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas mengatakan saat kejadian, awalnya pelaku mendatangi korban yang ketika itu sedang duduk di teras belakang rumahnya.

Pelaku datang dan sempat bilang meminta maaf. Namun, tidak diketahui apa alasan pelaku saat itu menyampaikan permintaan maaf kepada Ayahnya.

“Jadi anak ini datang ke orang tuanya yang saat itu berada di teras belakang rumahnya. Dia datang mau minta maaf sama Bapaknya. Kemudian, pelaku langsung menebas leher bapaknya pakai golok,” kata Edi Qorinas, saat dihubungi, Selasa (23/2/2021).

2. Pelaku Bawa Kepala Korban Keliling Kampung

Setelah menebas leher Ayahnya hingga putus, pelaku kemudian memasukan potongan kepala korban ke dalam karung plastik dan dibawanya keliling kampung.

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendar menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, alasannya membawa kepala korban keliling kampung karena hendak memberitahu kepada kakaknya.

Pelaku membawa kepala ayahnya yang dimasukan ke dalam karung plastik tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu, pelaku hendak menuju kediaman kakaknya yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian atau TKP.

“Pengakuan (pelaku bawa kepala korban) keliling itu karena mau ke tempat kakaknya. Pelaku keliling bawa motor mencari kakaknya untuk memberi tahu bahwa dia telah membunuh ayahnya,” kata Edi, saat dihubungi, Rabu (24/3/2021)

3. Mendapat Bisikan Hendak Disantet Ayahnya

Anak Penggal Kepala Ayah Kandung di Lampung Tengah
Aparat dan warga saat hendak mengevakuasi korban yang dipenggal anak kandungnya di Lampung Tengah. Foto: Istimewa)

Lantas, apa motif pelaku yang dengan tega menghabisi nyawa Ayah kandungnya dengan cara sadis tersebut?

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendar menjelaskan bahwa dari pengakuan pelaku dirinya merasa mendapat bisikan bahwa Sang Ayah hendak menyantetnya.

Bisikan tersebut kemudian membuatnya terdorong untuk menghabisi nyawanya Ayahnya lebih dahulu. “Jadi pengakuannya, pelaku ini merasa mendapat bisikan bahwa ayahnya itu mau menyantet dia,” kata Kapolsek, saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Edi Suhendar mengatakan sementara ini pihaknya belum dapat menggali keterangan secara detail dari pihak keluarga, termasuk ibu pelaku, lantaran kondisinya masih dalam keadaan shock akibat kejadian tersebut.

4. Pelaku Ditangkap Polisi

Anak Penggal Kepala Ayah Dibawa ke RSJ
Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendar (dua kiri) membawa pelaku (tiga kiri) yang membunuh ayah kandungnya ke rumah sakit jiawa (RSJ) untuk dilakukan observasi. (Foto: Istimewa)

Anggota Polsek Kalirejo yang datang ke lokasi kejadian kemudian langsung mengamankan pelaku. Polisi menyita sejumlah barang bukti yakni satu bilah golok berikut sarungnya, serta satu unit sepeda motor tanpa nomor polisi.

Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Namun, untuk memastikan hal tersebut, pelaku saat ini sudah dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk dilakukan observasi.

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendar menegaskan bahwa sementara ini pelaku dijerat dengan dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan pasal 351 ayat (3) tentang Penganiayaan yang menyebabkan kematian. Adapun ancaman hukumannya yakni 15 tahun penjara.

“Tentunya kita tetap mengedepankan objektivitas dan profesional karena ini persoalan hukum. Untuk masalah yang lain (dugaan gangguan jiwa) itu nanti yang menentukan ahlinya. Jadi yang menyatakan ada kelainan nanti ada ahlinya, dokter ahlinya,” kata Kapolsek, saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Edi Suhendra menambahkan setelah ada hasil dari RSJ, pihaknya baru akan melakukan gelar perkara terkait kasus ini. “Setelah ada hasil dari RSJ nanti saya bersama tim penyidik akan berkoordinasi dengan Kapolres dan Kasatserse untuk tindaklanjutnya,” pungkasnya.

5. Pelaku Sering Bikin Resah Warga

Anak Penggal Kepala Ayah Kandung di Lampung Tengah
Polisi saat melakukan olah TKP kasus anak penggal kepala Ayah kandung di Lampung Tengah. (Foto: Istimewa)

Kepala Kampung Sendangrejo, Khotini, mengatakan pelaku selama ini dikenal sering membuat resah warga. Ia mengaku telah beberapa kali menerima laporan dari warga tentang ulah pelaku yang bikin resah.

Sebelum kejadian pelaku membunuh ayahnya, kata Khotini, ia juga sering terlibat cekcok dengan warga setempat dan bahkan dengan saudaranya.

“Mungkin sekitar lima bulan yang lalu pernah terjadi. Pelaku ini cekcok dengan tetangga dan sama saudaranya juga pernah. Dan disitu saya juga sudah melaporkan ke dinas kesehatan bahwa pelaku ini meresahkan. Tapi, apakah (pelaku) memang gangguan jiwa atau bagaimana saya kurang tahu,” kata Khotini, saat dihubungi, Selasa (23/3/2021) malam.

Menurut Khotini ulah pelaku yang sering bikin resah tersebut menjadi momok bagi warga setempat, terutama di wilayah sekitar tempat tinggalnya di Dusun 8 RT 12.

“Ya menjadi sesuatu yang momok, warga seperti dihantui rasa takut. Karena pelaku ini sering main senjata tajam dan main pukul. Padahal terkadang anak ini bahasanya santun, tapi tahu-tahu saya ada laporan dari warga tentang ulah pelaku. Sering kumatan anaknya,” ungkap Khotini. (*) Sumber : lampung77.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here