Anak Tebas Kepala Ayah Hingga Putus di Lamteng Tewas Bunuh Diri di Tahanan

1116

Lampung24jam.com, Lamteng  – Masih ingat dengan kasus seorang pemuda yang ternyata mengalami gangguan jiwa dari lampung tengah? Ia sempat gegerkan warga dikarenakan memenggal kepala sang ayang kandung sampai terlepas, tidak hanya itu pelaku juga sempat membawa kepala sang ayah berputar-putar kampung.

Kabar terbarunya adalah KPW (32), anak yang penggal kepala Ayah kandungnya hingga putus di Lampung Tengah ditemukan tewas bunuh diri di dalam sel tahanan Mapolsek Kalirejo.

Seperti dilansir dari lampung77.com Kapolsek Kalirejo, Iptu Edi Suhendar, saat dihubungi, membenarkan kejadian itu. Menurut Edi, KPW ditemukan tewas oleh petugas pada Senin (12/4/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

“Iya benar. Kejadiannya diketahui tadi subuh sekitar jam 03.00 WIB. Saat diangkat petugas sekitar jam 04.00 WIB, kondisi badannya masih panas,” kata Edi.

Edi menjelaskan KPW bunuh diri dengan cara melilitkan baju yang dipakainya ke jeruji penjara. “(Bunuh diri) dengan menjerat lehernya sendiri pakai bajunya yang kemudian diikatkan ke jeruji,” ungkap Edi.

Kapolsek menuturkan tidak ada gelagat yang mencurigakan dari KPW sebelum menghabisi nyawanya sendiri tersebut.

“Enggak ada gelagat aneh. Dia ini biasa saja, makan biasa, minum biasa. Tapi ya namanya kita enggak bisa tentukan sakit jiwa dia ini mau kambuhnya,” kata Edi.

“Kemarin itu setelah keluar dari RSJ diserahkan ke kita. Kalau di keluarganya tidak mau menerima, begitu juga dari pihak kampung. Kita juga belum bisa masukkan ke RSJ karena harus ada putusan dulu. Begitu SOP-nya,” kata Edi.

Kapolsek mengungkapkan bahwa jenazah KPW saat ini sudah dimakamkan oleh pihak keluarga dibantu pihak kepolisian dan tetangga di kampung tempat tinggalnya.

Sebelumnya, KPW (32), telah menjalani observasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa, Lampung, selama sekitar dua pekan. Kesimpiulan hasil pemeriksaan pihak dokter di RSJ, polisi menyebutkan bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa.

“Dari hasil visum yang kita terima dari RSJ yang dikeluarkan dokter untuk tersangka (KPW), berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, si pelaku melakukan tindak pidana tidak memiliki kemampuan untuk memahami, tidak memiliki kemampuan untuk memilih, dan tidak memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab atas perbuatan atau tindakan yang dilakukannya,” kata Iptu Edi Suhendar, Kapolsek Kalirejo, Selasa (6/4/2021). (*) Sumber : lampung77.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here