Modus Mengobati, Seorang Ayah Asal Tanggamus Cabuli Anak Tirinya 5 kali

852

Lampung24jam.com, Diduga berbuat cabul, seorang pria berinisial BM ditangkap Polres Tanggamus atas persangkaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Modusnya, pelaku berdalih mengobati sakit kelenjar korban dengan cara menyetubuhi anak tirinya tersebut.

Dari penangkapan tersebut terungkap, pelaku mengakui telah lima kali meniduri anak tirinya bernisial MF (13), di rumah tempat tinggal mereka di Kabupaten Tanggamus.

Guna menyalurkan syahwatnya, BM (46) terlebih dahulu melancarkan serangkaian kebohongan bahwa seolah-olah di tubuh korban terdapat kelenjar yang harus segera diobati. Salah satu cara pengobatannya adalah dengan memasukkan alat kelamin ke tubuh korban.

Kapolsek Talangpadang AKP Sarwani mengungkapkan, pelaku ditangkap setelah pihaknya menerima laporan korban serta bukti permulaan yang cukup atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Selain itu, juga telah dilakukan visum et repertum ke dokter kandungan, sehingga didapat keterangan bahwa korban MF mengalami luka pada bagian alat kelamin akibat benda tumpul.

Kapolsek mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya melakukan penyelidikan. Setelah diketahui pelaku BW berada di rumahnya, tim menangkap  pelaku tanpa perlawanan pada Rabu (29/9/2021) pukul 14.00 WIB,” ungkap AKP Sarwani mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.IK, Kamis (30/9/2021).

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kaos oblong berwarna putih, celana pendek warna biru, pakaian tidur, pakaian dalam, seprai dan botol plastik berisi air.

Kapolsek menjelaskan, tindak pidana pencabulan terakhir dialami korban pada Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 22.00 WIB di kamar rumah yang dihuni oleh pelaku dan anak tirinya yang masih duduk di bangku SD.

Bermula pelaku membangunkan korban dari tidurnya. Kemudian, dengan dalih mengobati bisul korban yang berada di area perut menggunakan botol yang berisi air hangat, lalu pelaku melakukan pencabulan serta persetubuhan.

Atas perbuatan pelaku, korban merasa tertekan sehingga memberanikan diri menceritakan kepada aparatur pekon. Setelah itu, aparatur pekon bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talangpadang,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, perbuatan tersebut dilakukannya dengan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan dengan mengatakan bahwa korban memiliki sakit kelenjar.

“Awal kejadian, pelaku mengaku membohongi korban menderita sakit kelenjar sehingga berhasil memperdayai korban hingga berulang kali,” ujarnya.

Ditambahkan AKP Sarwani, bahwa pelaku menikahi ibu korban pada tahun 2013, namun karena desakan ekonomi, ibu korban bekerja di Jakarta dan meninggalkan korban di rumah neneknya di Kecamatan Ulu Belu.

“Korban tinggal bersama pelaku sekitar 1,5 tahun untuk bersekolah. Ibu korban menitipkan kepada pelaku agar diawasi sekolahnya,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 jo 76D dan atau pasal 82 jo 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pelaku diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling banyak 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. Namun karena pelakunya orangtua sebagaimana ayat 1 maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” pungkasnya.  (*) sumber : poskota.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here