Cegah Pelecehan Seksual di Kampus, Unila Buat Aturan Baru Bimbingan Skripsi

Lampung24jam.com, Bandar Lampung – Pasca terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa oleh dosen di beberapa universitas di Indonesia, Universitas Lampung (Unila) edarkan aturan baru untuk pencegahan pelecehan seksual di kampus.

Berdasarkan Surat Edaran nomor 22/UN26/TU/2021 tentang penyelenggaraan bimbingan ujian komprehensif skripsi/tesis/disertasi pada 9 Desember 2021. Surat tersebut ditandatangani Rektor Unila, Karomani.

Dalam edaran tersebut, diterangkan mahasiswa harus menggunakan pakaian yang sopan dengan jas almamater saat bimbingan dan ujian komprehensif skripsi/tesis/disertasi secara luring.

“Mahasiswa perempuan harus menggunakan rok atau celana panjang,” isi edaran tersebut pada poin pertama.

Kemudian, pada poin ke-2 apabila bimbingan skripsi/tesis/disertasi mahasiswa, jika dilakukan secara luring harus di kampus, di ruang dosen dengan 2 kursi hadap.

Selanjutnya, mahasiswa perempuan melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing laki-laki atau sebaliknya, harus disertai teman.

“Jika mahasiswa bimbingan skripsi/tesis/disertasi itu perempuan dan dosen pembimbing laki-laki atau sebaliknya, maka bimbingan dilakukan tidak berduaan, harus ada satu teman sehingga dua kursi hadap tesis,” bunyi poin 3 Surat Edaran tersebut.

Jika dalam ujian komperhensif salah satu penguji tidak hadir, maka pada pengujian susulan harus ditemani penguji lain.

“Semua penguji dalam kegiatan ujian komprehensif harus hadir bersama-sama. Jika salah satu penguji berhalangan hadir, harus menguji susulan dengan ditemani seorang penguji lain,” bunyi poin ke-4.

Terakhir, SE tersebut menekankan tidak ada pertemuan antara mahasiswa dan dosen di dalam atau di luar area kampus secara tertutup. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here