Polres Lampung Selatan Grebek Gudang Pembuat Pupuk Palsu

Lampung24jam.com, Lamsel – Para petani nampaknya harus berhati hati dan jeli dalam memilih jenis pupuk, pasalnya telah beredar pupuk palsu yang menggunakan bahan baku batu bata dan garam, kasus pembuatan pupuk palsu ini berhasil di bongkar oleh Polres Lampung Selatan.

Di Tempat kejadian perkara yaitu di gudang produksi pupuk KCL dan NPK palsu, berhasil di lakukan penggrebekan oleh pihak berwajib  sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat, 14 Oktober 2022.

Dilansir dari Lampost.co, Petugas turut menangkap dua tersangka, yaitu FS (24) warga Pesawaran dan AC (44) warga Karawang, Jawa Barat. Dari gudang tersebut juga ikut disita 45,5 ton pupuk ilegal dari empat gudang berbeda, yaitu di Desa Taman Agung dan Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, dan Kecamatan Tanjungbintang, Lamsel, serta Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Kapolres Lamsel, AKBP Edwin, menjelaskan kasus itu berawal dari penyelidikan gudang di Dusun Kubu Panglima, Desa Tajimalela.

“Di lokasi itu petugas mendapati puluhan karung pupuk berbagai merek, bahan bakunya, peralatan lainnya,” kata Edwin, Kamis, 20 Oktober 2022.

Dia melanjutkan, pupuk palsu itu dibuat dari garam, batu bata, kapur dan pewarna sebagai bahan baku. Adonan tersebut dikeringkan menggunakan oven hingga dimasukkan ke dalam karung.

“Bahan yang digunakan untuk membuat pupuk juga diamankan. Kasus ini masih dikembangkan dengan satu orang masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Pupuk ilegal itu dikemas dalam karung merek terkenal ukuran 50 Kg. Tersangka menjualnya di bawah harga, yaitu Rp120 ribu per kg. “Pasaran pupuk asli merek itu sekitar Rp160,” kata dia.

Menurutnya, tersangka melanggar Pasal 121 Jo Pasal 66 Ayat 5 dan atau Pasal 122 Jo Pasal 73 Undang-undang RI No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan Jo Pasal 55 KUHP.

“Tersangka diancam penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp3 miliar,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here