Beranda blog

Mantan Kabid Dikdas Lamteng Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana BOS Afirmasi

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – Setelah melakukan pemeriksaan selama satu tahun, Polres Lampung Tengah (Lamteng) akhirnya menahan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Lamteng, Aryanto, dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi untuk 195 SD dan SMP tahun 2019 senilai Rp24 miliar.

Kabag Ops Polres Lamteng Kompol Dennys Arya, didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Qorinas, menjelaskan, Aryanto ditahan bersama rekanan Erna setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Keduanya ditahan sejak Rabu (12/1) karena diduga telah melakukan tindak melawan hukum dengan melakukan tindak pidana Korupsi. Keduanya menilap uang negara untuk kepentingan pribadi,” kata Dennys saat ekspose di Polres Lamteng, Kamis (13/1/2022).

Ia menerangkan, keduanya diduga telah memalsukan tanda tangan kepala sekolah untuk mempermudah proses pencairan dana BOS afirmasi.

Ia mengungkapkan, sesuai hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara sebesar Rp4,6 miliar. Karena barang-barang yang dikirim ke sekolah tidak sesuai spek yang sudah ditetapkan.

Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edy Qorinas menambahkan, penyidik sudah mendalami dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa melalui dana BOS afirmasi di Disdik Lamteng sejak tahun 2020.

“Dari hasil pendalaman selama satu tahun lebih itu, kami memeriksa 165 objek barang-bukti yang diduga telah terjadi kecurangan. Dari 165 obyek barang yang diperiksa, 18 di antaranya disita untuk dijadikan barang-bukti. Pengadaan barang yang dilakukan melalui BOS afirmasi adalah komputer, laptop, proyektor dan barang lainnya,” kata Edy. (*)

Angin Puting Beliung Terjang Lampung Timur, 17 Rumah Rusak 1 Roboh

Lampung24jam.com, Lampung Timur – Akibat Angin puting beliung yang melanda Kecamatan Labuhan Maringgai dan Pasir Sakti, Puluhan rumah rusak dan roboh Rabu (12/2/2022) sore.

Sedikitnya tercatat sebanyak 17 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak parah di Dusun I, Desa Kariyatani, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Camat Labuhan Maringgai Agustinus, membenarkan adanya peristiwa alam berupa angin puting beliung yang terjadi di Dusun I, Desa Kariyatani. Menurut Agustinus, sebanyak 17 rumah atapnya rusak dan satu rumah rusak parah akibat tertimpa pohon.

Dilansir dari lampungpro.co “Yang rusak parah milik punya Ahmad Syahroni, warga RT IV, Dusun I. Rumah pak Ahmad selain atap rumahnya tersapu angin juga tertimpa pohon sehingga temboknya mengalami kerusakan,” kata Agustinus

Dia mengetahui peristiwa angin tersebut dari Kepala Desa Karyatani, Nuryadi melalui sambungan telpon sekitar pukul 17.25 WIB.Setelah mendengar informasi tersebut, dia langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pendataan terkait korban bencana alam itu.

Setelah semua terdata, Camat Labuhan Maringgai langsung menghubungi dinas sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur. Sementara kata Agustinus 17 rumah yang mengalami rusak ringan dibenahi oleh pemilik rumah masing masing.

“Rumah yang rusak ringan, pemiliknya sudah melakukan pembenahan ala kadarnya, namun besok jika bantuan asbes sudah ada yang perlu diganti akan diganti. Sudah kami usulkan,” kata Agustinus.

Dia menjelaskan malam ini, Kepala Desa Karyatani Nuriyadi diminta untuk melakukan pendataan secara tertulis dengan jumlah kerusakan yang dialami. Tujuan nya untuk menyesuaikan bantuan yang dibutuhkan.

Dari sejumlah video pendek yang diunggah warga, kerusakan berat juga terjadi di Pasir Sakti. Sejumlah rumah roboh dan dan rata dengan tanah. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada laporan korban jiwa. (*)

Material Habis, Perbaikan Jalan Brabasan – Mukti Karya Mesuji Berhenti

Lampung24jam.com, Mesuji – dikarenakan persediaan material bebatuan dan bes aspal dari dinas PU Provinsi Lampung sudah habis, perbaikan jalan dari Desa Brabasan sampai Mukti Karya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji berhenti, diketahui pekerjaan itu baru saja berlangsung 3 minggu.

Perbaikan yang dimulai pada Senin (20/12/2021) itu merupakan kerjasama Dinas PU Propinsi Lampung dengan Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Mesuji.

Kepala Bidang Bina Marga Mesuji, Endra Oktafandi menjelaskan, pengerjaan ruas jalan yang dimulai tanggal 20 Desember 2021 sepanjang 16 kilometer terhenti. Hal itu karena persediaan material bebatuan dan bes aspal dari dinas PU Provinsi Lampung sudah habis.

“Kemarin kita menanyakan kepada petugas perwakilan PU Propinsi Lampung, dan pengerjaan akan dimulai kembali setelah ada anggarkan baru yang terdapat pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun 2022,” kata Endra, saat dimintai keterangan, Selasa (11/1/2022).

“Saat ini kita hanya menunggu kepastian dari dinas PU Propinsi Lampung kapan akan dikerjakan kembali, soal alat berat kami siap membantu kapan saja dibutuhkan,” terangnya.

Wanto (50) warga desa Gedung Ram Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji sangat menyayangkan pengerjaan jalan berhenti, yang seharusnya dilanjutkan sampai desa Mukti Karya.

Jika dibiarkan lama berhenti maka lubang jalan sedalam 20 Cm di beberapa titik setelah desa gedung Ram menuju Mukti Karya terlihat jelas, sehingga menyulitkan pengendara mobil dan motor.

Salah satu pengendara mobil, Prasetya (27) mengaku, dirinya setiap hari melintasi jalan Propinsi Lampung ini, mengantarkan pesanan makanan menuju Pemda Mesuji.

“Harus memilih jalan yang bagus untuk menghindari lubang jalan. Namun jika posisi hujan maka lubang akan tertutupi air, sehingga membahayakan,” ujarnya. (*)

Tol Trans Sumatera Kembali Menelan Korban, Mahasiswi Tewas Laka Tunggal

Lampung24jam.com, Palembang – Tol Trans Sumatera kembali menelan korban, kali ini Seorang pengendara mobil bernama Febi Khairunisa (21) tewas akibat mobilnya mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang.

“Iya, korban meninggal dunia. Korban awalnya menghindari lubang dengan cara menghindar ke kiri, kemudian kendaraannya jenis Brio hilang kendali, lalu oleng. Korban terpental 15 meter dari lokasi lubang itu (di Tol Palembang-Kayu Agung),” kata Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP M Alka saat dimintai konfirmasi, Sabtu 08/01/2022.

Alka mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (7/1) sekitar pukul 17.34 WIB. Kecelakaan itu terjadi saat korban melaju mengendarai minibus bernopol BG-1649-KF di jalur dua Tol Palembang-Kayu Agung Km 362 (dihitung dari Bakauheni-Palembang).

Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan di lokasi kecelakaan, korban diketahui merupakan mahasiswi di universitas swasta di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kejadiannya sore menjelang malam kemarin, sebelum Magrib. Saat itu korban hendak pulang dari Palembang ke rumahnya di Kayu Agung. Korban lewat di jalur dua diduga dengan kecepatan tinggi. Di TKP korban bertemu lubang yang ukurannya sekitar 50 cm dan dalam sekitar 15-20 cm. Korban laka tunggal,” terangnya.

Saat hendak menghindari lubang, korban banting setir ke kiri hingga menabrak median jalan. Korban meninggal dunia saat hendak dievakuasi ke rumah sakit (RS).

“Setelah hilang kendali lalu oleng ke kanan, korban menabrak median pembatas jalan, pengemudi terkeluar dari kendaraannya. Akibat dari laka lantas tersebut, pengemudi mengalami luka benturan di kepala dan dada, lalu meninggal dunia pada saat perjalanan ke Rumah Sakit Hermina Jakabaring,” ungkapnya.

Video kecelakaan maut tersebut ramai beredar di media sosial. Dalam video, tampak kendaraan yang ditumpangi korban mengalami ringsek di bagian depan.

Mobil korban juga berada dalam posisi melintang di tengah jalan tol. Selain itu, tampak puing-puing dari kendaraan tersebut berserakan. (*)

Tukang Bakso di Lamsel Tewas di Rel, Kepala Putus

Lampung24jam.com, Lampung Selatan – Warga Desa Candimas, Kecamatan Natar Lampung Selatan geger dengan penemuan mayat tukang bakso di atas rel kereta api, mayat tersebut sangat mengenaskan dimana kepalanya terputus atau lepas dari badanya, Selasa (04/01/2022) sekira pukul 19.35 WIB.

Seorang pedagang bakso keliling ditemukan tetangganya dengan kepala terpenggal di rel kereta api Dusun Candimas II, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (4/1/2022), pukul 19.30 WIB.

Huda menemukan Eko Hartono (38) ketika hendak pulang ke rumahnya tak jauh dari rel. Dia kaget melihat jasad tetangganya tergeletak dengan kemeja lengan panjang warna biru dan celana jeans di rel kereta api.

Tubuh pedagang bakso itu berada di atas bantalan kereta api dan kepala di luar rel. Petugas mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Abdul Moeloek, Kota Bandarlampung, pukul 21.10 WIB.

Belum  diketahui secara pasti apa yang menjadi motif kematian korban, apakah tindak kriminal atau aksi bunuh diri.

Informasi terakhir yang diterima wartawan, pihak kepolisian dari Polsek Natar masih menangani kasus penemuan mayat yang ditemukan dalam kondisi kepala terputus, di atas bantalan rel kereta api tersebut. (*)

Tak Kuat Tahan Syahwat, Ayah di Lamteng Gagahi Anak Tirinya Sendiri

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – tak kuat menahan syahwat saat melihat anak tirinya sedang membersihkan rumah dan beres beres, seorang ayah tiri di Lampung Tengah tega cabuli anaknya yang masih dibawah umur, akibat perbuatanya ia diancam dengan hukuman penjara selama 15 tahun penjara.

Jajaran Polsek Kalirejo Lampung Tengah menangkap Tersangka berinisial MGL (39) atas tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

Tersangka MGL diamankan di kediamannya di Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah, Sabtu (01/01) sekira Jam 14.00 WIB.

Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra mengatakan tersangka merupakan Ayah Tiri korban. Korban berinisial C saat ini pun masih berumur 14 tahun.

Edi menjelaskan, peristiwa pencabulan tersebut terjadi ketika korban sedang membersihkan di rumah ibu korban, Selasa (28/31/21) sekira pukul 14.00 WIB.

“Dia (korban) sedang beres-beres rumah. Kemudian, menonton TV di Ruang Tengah. Di saat itu korban ditarik Ayah Tirinya,” kata Edi saat dihubungi Lampung Geh, Selasa (4/1).

Tersangka datang dan langsung menarik tangan kanan korban. Korban dibawa masuk ke dalam kamar kosong hingga terjadinya pencabulan tersebut.

Selanjutnya, pada Kamis (30/31/21) korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga kandung korban. Pihak keluarga langsung melaporkan ke Polsek Kalirejo.

“Setelah menerima laporan kami amankan sejumlah barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut,“ Kata Edi.

Selanjutnya, pihaknya menangkap MGL dan dibawa ke Mapolsek Kalirejo Lampung Tengah.

Dalam pengakuannya, tersangka MGL mengatakan kepada petugas baru pertama kali melakukan pencabulan tersebut terhadap anak tirinya.

“Baru sekali (pengakuan tersangka),” imbuh Edi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 E Jo 82 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Peraturan Perundang-Undang No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Keren! Lampung Barat Juara 1 Sebagai Kabupaten Sangat Inovatif IGA 2021

Lampung24jam.com, Lampung Barat – Kabar baik datang dari Kabupaten lampung barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) meraih juara 1 kategori kabupaten sangat inovatif atas penilaian Innovative Government Award (IGA) 2021 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri.

Bupati Parosil Mabsus secara virtual di Ruang Rapat Pesagi Pemkab setempa menerima  Penganugerahan tersebut, Rabu, 29 Desember 2021.

Bupati menjelaskan, keberhasilan Kabupaten Lambar untuk meraih juara I pada penganugerahan IGA tersebut tak terlepas dari kerja sama dan kerja keras banyak pihak.

“Pada kegiatan penilaian penganugerahan IGA tersebut Pemkab Lambar menyampaikan sebanyak 269 inovasi yang terbagi dalam tiga inovasi prioritas, yaitu penanganan dan pencegahan penularan covid-19, percepatan pemulihan ekonomi, dan jaring pengaman sosial,” ujar Bupati, Rabu, 29 Desember 2021.

Lambar didapuk sebagai pelopor pemeriksaan PCR untuk kasus covid-19 dari 15 hari menjadi 3 hari, terintegrasinya seluruh ambulans dengan PSC 119, pembentukan Satgas Penanganan Bencana di tingkat pekon, dan respons cepat tim di setiap kejadian secara menyeluruh.

“Kemudian untuk inovasi prioritas dalam percepatan pemulihan ekonomi meliputi pemberian modal usaha dengan pendamping tanpa agunan, satu rumah tangga wajib menghasilkan satu komoditas layak jual, pemberdayaan masyarakat sekitar obyek wisata, mengolah limbah holtikultura dan kopi menjadi pupuk organik yang layak jual, dan peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat pekon,” kata dia.

Lalu untuk inovasi prioritas dalam jaring pengaman sosial adalah pengurangan beban orang tua siswa, bantuan pangan dengan pendampingan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan balita, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Damkar Telat Datang, 4 Kios di Pasar Mulya Tubaba Ludes Beserta Isinya

Lampung24jam.com, Tubaba – Diduga akibat korsleting arus pendek listrik
Empat unit kios milik pedagang pasar Mulya Kencana kecamatan Tulang Bawang Tengah(TBT) kabupaten Tulangbawang Barat ludes dilalap si jago merah beserta isinya, Minggu (26/12/2021).

menurut keterangan dari warga sekitar.
kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB diketahui api bermula dari toko kerupuk milik Wahyono ,empat unit ruko ludes beserta isinya tak berhasil diselamatkan akibat mobil pemadam kebakaran milik pemkab tubaba terlambat tiba dilokasi.

menurut pengakuan, Lukas salah seorang pedagang dirinya mengaku kesal lantaran petugas pemadam kebakaran bergerak lambat tiba dilokasi sehingga empat kios tidak terselamatkan

” kami dibantu warga lainya sudah berupaya untuk memadamkan kobaran api yang membesar agar tidak menyambar ke kios yang lainnya menggunakan alat se-adanya namun tidak berhasil selang satu jam kemudian dua unit mobil Pemadam baru tiba dilokasi,” jelas lukas.

mobil damkar telat pak, satu jam setelah kejadian baru tiba dilokasi kebakaran kemudian petugas baru berhasil pemadaman titik kebakaran dibantu masyarakat hingga api dapat berhasil di padamkan pukul 08.45 WIB.papar,lukas

Budi Utomo dan Daroja ,saksi kejadian, juga membenarkan peristiwa tersebut, terjadi sekira pukul 06.30.00.WIB namun tidak ada korban jiwa, polisi sudah memasang garis polisi Total kerugian atas insiden tersebut keseluruhan di perkirakan mencapai Rp.165.000.000,- (seratus enam puluh lima juta rupiah)

” tadi nama -nama pedagang korban musibah kebaran tersebut sudah didata masing-masing oleh dinas terkait, yakni Toko sembako Milik Sujiati ,umur 46 tahun,pekerjaan dagang alamat, Tiyuh mulya kencana sebanyak 25 dus miyak goreng bimoli, 100 dus mie sedap, 35 intermie, 40 dus teh rio,

40 dus terpedo, 20 dus gread, 20 dus tripanca, 25 dus kopi, 35 dus jelidrin, 10 minyak goreng tawon, 9 dus sarimi, 5 dus liquit, 5 dus oksiklin, 20 dus bukrim, 20 dus sabun , kwh, makanan ringan ditotal sekitar lebih kurang Rp 2.000.000,-(dua juta),kerugian materil sekira Rp.55.000.000,-(lima puluh juta lima ratus ribu ),ungkapnya.

kemudian Toko sosis milik wisnu bayu anggoro, umur 35 tahun, tiyuh mulya kencana Rk 1 Rt 6, 1 buah kulkas, 1 buah friser, 1 etalase, kompor gas, 1 buah tabung gas isi 3 kg, kwh,kerugian materil sekira Rp. 40.000.000,-(empat puluhjuta)

Toko kerupuk milik wahyono, umur 43 tahun
pekerjaan dagang, HP alamat tiyuh mulya kencana Rk 1 Rt 6 , kerugian berupa 1 unit sepeda motor merek honda tipe scupy warna putih, no. Pol. BE 7372 QC, no.Ka.

MH1JF6112AK0935636,no.sin.JF61E1093382,an.WARTINI, 2 unit TV, 5 buah tabung gas isi 3 kg, kerupuk 3 kwintal, kerugian materil Rp 40.000.000,(empat puluh juta)

Tempat pangkas rambut milik Bima kemana, umur 31 tahun, pekerjaan wiraswasta, alamat tiyuh mulya jaya ek 5 Rt 27,berupa alat-alat pangkas rambut dan kwh, kerugian materil Rp 30.000.000(tiga puluh juta) tutupnya

hingga berita ini terbitkan Apriansyah kepala Dinas damkar tubaba belum berhasil dimintai keteragan terkait keterlambatan mobil pemadan dan petugas terlambat tiba dilokasi musibah kebakaran tersebut.

saat awak media berupaya mengdihubungi melalui sambungan telpon selulernya dalam keadaan tidak aktif .

Simpan Sabu di Kotak Rokok, 2 Pemuda Asal Waykanan Diciduk Polisi

Lampung24jam.com, Way Kanan – Satresnarkoba Polres Way Kanan berhasil mengamankan dua pelaku diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan. Jum’at (17/12/2021).

Tersangka berinisial HR (33) warga Kampung Negeri Agung dan TAO (23) warga Kampung Kali Papan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menjelaskan penangkapan berawal pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021 sekitar pukul  20.00 WIB  petugas mendapatkan  informasi  dari masyarakat bahwa adanya penyalahgunaan narkotika bukan tanaman jenis sabu di Kampung Negeri Agung.

Menindak lanjuti informasi tersebut Satresnarkoba Polres Way Kanan langsung melakukan penyelidikan. Dan hasil dari penyelidikan tersebut Satresnarkoba Polres Way Kanan  mengamankan dua orang laki-laki  berinisial HR dan TAO yang diduga melakukan penyalahguna Narkotika Golongan I di kediamannya pelaku HR.

Saat disertai penggeledahan dan hasilnya diketemukan didalam genggaman tangan sebelah kanan HR berupa 1 (satu) buah kotak rokok yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus plastik klip bening ukuran kecil berisikan kristal putih diduga Narkotika jenis sabu.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan didapur, menemukan satu buah tas yang tergantung saat diperiksa didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik klip bening berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu, seperangkat alat Hisap (Boong).

Tak hanya itu didalam tas tersebut ada 16 (enam belas) lembar plastik klip bening ukuran kecil bekas pakai, 20 (duapuluh) buah korek api gas, 5 (Lima) batang pipet plastik yang di bentuk menyerupai scop dan 3 (tiga) batang jarum bakar.

Atas kejadian itu, kedua TSK beserta barang bukti dibawa ke Polres Way Kanan untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Tersangka dapat dikenai dengan pasal 112 ayat (1)  dan pasal 127 UU RI NO 35 tahun 2009 tentang Narkotika  dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun paling lama 12 tahun,” Tutup Kasatnarkoba.(*)

Hujan Semalam Suntuk, 5 Desa di Tanggamus Kebanjiran

Lampung24jam.com, Tanggamus – Akibat hujan lebat semalam suntuk, Sebanyak lima desa di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung, kebanjiran.

Kapolsek Limau AKP Oktafia Siagian mengatakan, lima desa yang terdampak banjir itu adalah Pekon (desa) Napal, Pekon Negeri Kelumbayan, Pekon Susuk, Pekon Unggak, dan Pekon Penyandingan.

Menurut Oktafia, banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Way Napal setelah hujan deras terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu (15/12/2021) pagi.

“Ketinggian banjir bervariasi, namun yang paling tinggi sekitar 2 meter di Pekon Napal,” kata Oktafia dalam keterangan tertulis, Rabu malam.

Banjir mengakibatkan sejumlah fasilitas umum seperti balai pekon, sekolah dan puluhan rumah warga terendam banjir.

“Tadi sudah mulai surut, kita masih pantau beberapa lokasi,” kata Oktafia.

Oktafia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut.

Namun, akses menuju desa-desa itu kini terputus.

“Tidak ada korban jiwa. Tetapi sejumlah pekon belum bisa diakses kendaraan karena masih tergenang banjir,” kata Oktafia.

Selain menimbulkan banjir, hujan deras juga mengakibatkan bencana longsor di Pekon Batu Patah. (*)

error: Dilarang Copy Paste, Jika Ingin Merilis Hubungi Admin. ThankYou