Beranda blog

Kecelakaan Mobil Truk Vs Honda Beat Tewaskan Mahsiswi Asal Pesawaran

Lampung24jam.com, Bandarlampung – Nasib naas dialami oleh Riska Pratiwi Seorang Mahasiswi asal Pesawan harus kehilangan nyawa karena motor honda beat yang ia kendarai terlibat kecelakaan dengan truck yang melaju kencang.
Kecelakaan melibatkan dua kendaraan terjadi di Jalan Bye Pass Soekarno Hatta, Labuhan Ratu, Bandar Lampung tepatnya sebelum SPBU seberang SMPN 19 Bandar Lampung, Senin (14/6/2021). Ada pun kendaraan yang terlibat yakni Truk Hino BE 3816 BK dan Honda Beat BE 3025 BM.
Dari informasi yang dihimpun, pengendara sepeda motor dengan identitas yang ditemukan di lokasi kejadian diketahui bernama Riska Pratiwi (23), warga Gedong Tataan Pesawaran. Kedua kendaraan tersebut diketahui melaju dari arah Panjang Bandar Lampung hendak ke Natar Lampung Selatan.

Omo warga sekitar mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Dari keterangan Omo, kedua kendaraan melaju kencang dari Panjang. Kemudian sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi sepeda motor berhenti di pinggir jalan untuk mengambil barangnya yang terjatuh.

“Jadi korban ini berhenti hendak mengambil barangnya, kemudian truk dibelakang langsung menabraknya. Kondisi bisa dikatakan blank spot, karena supir informasinya tidak mengetahui ada kendaraan di depannya,” kata Omo saat ditemui di lokasi kejadian.

Setelah tertabrak, korban kemudian masuk ke kolong mobil dan sempat terseret dua meter. Namun sepeda motornya terseret hingga 30 meter, karena mobil posisinya sedikit ngebut.

Sementara pasca kejadian, supir langsung diamankan polisi dan warga sekitar. Kemudian korban yang tergeletak di pinggir jalan, langsung dibawa ke Rumah Sakit Immanuel Bandar Lampung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Unit Laka Lantas Polresta Bandar Lampung. (***)

749 Desa di Lampung Blank Spot, Gubernur Arinal Terima Audensi PT Telkom

Lampung24jam.com, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menerima Audiensi dari PT Telkom Witel Lampung, bertempat di Mahan Agung, Senin pagi (14/6).

Audiensi ini dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kadis PMDes dan Transmigrasi, Kadis Kominfotik Lampung, Karo Perekonomian dan Karo Hukum, GM Telkom Witel Lampung, Manager Telkom, perwakilan PT LintaSarta dan PT Artamedia.

Digelarnya audiensi ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo saat Musrenbangnas pada Mei lalu. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa selain akan dimulainya konektivitas 5G, dalam menghadapi kompetisi global yang semakin cepat, kecepatan ketepatan dan efisiensi adalah pondasi penting untuk kita bisa bersaing. Namun demikian, masih ada 749 Desa di Lampung yang belum terjangkau jaringan internet (blank spot).

“Untuk itu, pemerintah mendorong supaya masyarakat di desa bisa menikmati layanan Internet serta meyukseskan program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya (KPB),” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur juga memerintahkan kepada dinas terkait untuk menangani hal-hal apa saja yang diperlukan BUMDes dalam pengelolaan bisnis di desa, utamanya dalam hal perizinan.

Sementara itu, GM PT Telkom Witel Lampung, Susila Shane Sihombing dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung atas digelarnya audiensi ini. Susila mengatakan, Telkom Witel Lampung akan turut berpartisipasi membangun dan mengelola infrastruktur internet di Provinsi Lampung, khususnya pada jaringan fiber optik dan radio link (wireless). (*)

Heboh ! Buaya 2,5 Meter Masuk Keramba Warga di Tanggamus

Lampung24jam.com, Tanggamus – Warga tanggamus digegerka dengan masuknya buaya ke keramba milik warga, kemudian warga ramai-ramai menangkap buaya itu menggunakan jaring milennium milik Sekolah Umum Perikanan (SUPM) Negeri Kota Agung, Tanggamus

Seekor buaya sepanjang sekitar 2,5 meter ditangkap warga di Muara Pantai, tepatnya di Dusun Rawajadi, Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Minggu (13/6/2021) malam.

Tertangkapnya buaya tersebut membuat heboh warga setempat. Lantas, seperti apa cerita penangkapan buaya sepanjang sekitar 2,5 meter itu?

Warga setempat yang memimpin penangkapan reptil tersebut, Maseni menceritakan awalnya warga mencurigai jebolnya keramba budidaya ikan milik kelompok masyarakat di wilayah tersebut.

Warga merasa resah dan kemudian menyelidiki penyebab jebolnya keramba tersebut. “Kami merasa resah adanya keramba yang jebol dan setelah diselidiki ternyata buaya yang masuk ke keramba. Kami lalu berupaya melakukan penangkapan dan sekitar pukul 19.00 WIB akhirnya berhasil ditangkap,” kata Maseni.

Menurut Maseni buaya tersebut ditangkap setelah sebelumnya masyarakat meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala SUPM Kota Agung menggunakan jaring yang bukan jaring biasa.

Ia menceritakan ada sekitar 9 orang warga yang ikut melakukan penangkapan buaya tersebut. “Sekitar 9 orang kami melakukan penangkapan,” ujarnya.

Masaeni menuturkan penangkapan buaya tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati dan ekstre kerja keras. Pasalnya, warga juga merasa takut dengan buaya tersebut. “Proses penangkapann dijaring, kemudian jaring diputar dan digiring seperti menjaring ikan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait adanya penangkapan buaya tersebut, Petugas Polsek Kota Agung Polres Tanggamus dan Koramil Kota Agung kemudian mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan dan evakuasi reptil tersebut ke tempat aman.

Salah seorang personel Polsek Kota Agung Polres Tanggamus, Bripka Vero Anggoro engungkapkan pihaknya mendapatkan laporan masyarakat bahwa warga menangkap buaya.

“Penangkapan buaya menggunakan jaring, lalu diikat maka kami datang ke TKP guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Bripka Vero.

Ia menjelaskan setelah berhasil dijinakan, buaya tersebut sementara diamankan di ruang water room SUPMN Kota Agung. “Buaya sementara diamankan di tempat steril di SUMPN,” ujarnya.

Vero menambahkan terhadap buaya tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada BKSDA Lampung guna konservasi hewan dilindungi. “Buaya tersebut akan diserahkan ke BKSDA,” pungkasnya.

Gudang Kosmetik Ilegal di Bandar Lampung Digerebek Polisi

Lampung24jam.com, Bandar Lampung – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tanjung Karang Timur bersama dengan aparatur Kecamatan Kedamaian menggerebek gudang diduga jadi tempat penyimpanan kosmetik ilegal, Sabtu (12/6).

Penggerebekan kosmetik tanpa izin atau ilegal ini berdasarkan dari laporan warga sekitar yang mencurigai rumah di wilayah Kedamaian tersebut.

Hasil dari penggerebekan tersebut pihaknya berhasil menyita sekitar ada 300 Kotak / dus, dan dibawa ke Polresta Bandar Lampung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kosmetik ilegal ini diinformasikan berfungsi sebagai pemutih wajah. Baik pembersih wajah maupun untuk perawatan wajah. Kosmetik ini dikemas dalam bentuk botol dan dijual. Kisaran harga perbotol antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Dugaan adanya indikasi pelanggaran usaha ini selanjutnya akan berkoordinasi dengan Polsek dan dilanjutkan ke Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana membenarkan adanya penggerbekan di gudang wilayah Kedamaian tersebut.

“Memang benar adanya penyimpanan barang kosmetik yang tak memiliki izin, tentunya kita akan lakukan penyelidikan lebih dalam terkait undang-undang apa yang akan dikenakan oleh pengelola,” jelas Rezky. (*) Sumber : @lampuung

Dua Remaja Ditangkap di Pesawaran Terkait Kepemilikan Narkoba

Lampung24jam.com, Pesawaran – Berlokasi di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk pandan Kabupaten Pesawaran, dua remaja tak berkutik saat digeledah Anggota Satres Narkoba Polres Pesawaran mendapati mereka membawa barang haram jenis sabu.

Kedua tersangka itu adalah AL (18) warga kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung dan ES (17) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan penangkapan tersebut pada Jumat, (11/6/2021), sekira pukul 15.00 WIB di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk pandan Kabupaten setempat.

“Saat kedua tersangka melintas di TKP Anggota Satres Narkoba Polres Pesawaran langsung melakukan penyergapan dan penangkapan,” katanya, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya, saat dilakukan penggeledahan ditemukan Barang Bukti narkotika jenis sabu.

“Setelah itu Anggota melakukan intrograsi terhadap kedua tersangka terkait pembelian sabu di wilayah Pekon Ampai Teluk Betung Bandar Lampung seharga Rp.150 ribu,” paparnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti, satu bungkus plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan Berat Brutto : 0,25 gram, dan satu lembar uang 50 ribu.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 112 Ayat (1) UU No 35 tahun 2009, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta,” tutupnya. (*)

 

 

 

https://propellerads.com/publishers/?ref_id=mIvS

Do’a Unik Bagi Warga yang Buang Sampah Sembarangan di Metro, Cabut Nyawa !

Lampung24jam.com, Metro – Sampah seringkali menjadi polemik tersendiri diwilayah padat penduduk seperti diperkotaan, alih-alih tertib dalam membuang sampah kadang justru oknum warga perkotaan sering membuang sampah sembarangan.

Seperti yang terjadi di kota metro Lampung, Kesal dengan oknum masyarakat yang membuang sampah sembarang tempat, membuat warga di Kampung Sawah, Jalan Lukman Tanjung, Kelurahan Hadimulyo Barat, kota Metro memberikan doa spesial bagi para pelakunya.

Doa tersebut cukup unik dengan menuliskan pada spanduk bertuliskan “Ya Allah cabutlah nyawa orang yang membuang sampah di sini.” Aksi tersebut sontak mendapatkan respon positif dari warga setempat.

Persoalan sampah di Kota Metro memang sulit teratasi karena minimnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan, ditambah lagi warga luar Kota Metro yang ikut juga membuang sampah di beberapa tempat di Bumi Sai Wawai.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro dan warga sekitar yang terkena imbas, mengutuk aksi buang sampah sembarangan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Di lokasi ini memang kerap menjadi langganan oknum masyarakat yang membuang sampah, kami juga sudah seringkali kerja bakti bersama DLH Kota Metro untuk membersihkan sampah yang dibuang oknum tidak bertanggung jawab,” kata Joni Indra, Ketua RT 036 Hadimulyo Barat, Jumat, 11/6/2021.

Joni juga menyampaikan, pernah memergoki dan menegur orang yang membuang sampah sembarang di lingkungannya, namun diabaikan.

“Pernah kami pergoki orang yang buang sampah itu, sempat ditegur baik-baik juga kok. Tapi bukannya berhenti buang sembarangan, malah sekarang buangnya malam hari. Mungkin biar gak ada yang lihat atau menghindari teguran warga lainnya,” ungkapnya.

Ia dan warga kemudian berinisiatif membuat sepanduk ungkapnya kekesalan kepada oknum masyarakat yang kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan.

“Saya sih tetap sangsi kalau oknum-oknum tersebut akan takut dan jera. Tapi, gak apalah, setidaknya kita sudah berusaha menegurnya. Sisanya, serahkan saja kepada pihak terkait, atau kami pasrahkan kepada Tuhan,” tambahnya.(*)

Mustafa Dituntut Kembalikan Kerugian Negara 24,6 Miliar, Begini Tanggapan Kuasa Hukum

Lampung24jam.com, Selain pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan, terdakwa juga dikenakan UP Rp 24,6 miliar,” kata Taufiq seusai sidang, Kamis (9/6/2021).

Kasus suap di Dinas Bina Marga Lampung Tengah jilid II dengan terdakwa Mantan Bupati Mustafa, memunculkan sejumlah wacana di kalangan publik, khususnya isu politik.

Uang suap yang diterima Mustafa dari para calon rekanan untuk ijon proyek di Lampung Tengah, diakui terdakwa sebagai biaya mahar ke sejumlah partai politik (Parpol) menjelang Pilgub Lampung 2018.

Sejumlah nama pejabat publik dan petinggi parpol pun sempat tersebut dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang.

Biaya mahar politik yang mencuat dengan nominal tinggi pun menjadi konsumsi publik.

Uang mahar politik ini sendiri menjadi catatan dari jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menghitung uang pengganti (UP) kerugian negara yang wajib dibayarkan oleh terdakwa Mustafa.

Jaksa penuntut KPK, Taufiq Ibnugroho mengatakan, UP yang dituntutkan dibayar oleh Mustafa mencapai Rp 24,6 miliar.

“Selain pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan, terdakwa juga dikenakan UP Rp 24,6 miliar,” kata Taufiq seusai sidang, Kamis (9/6/2021).

Uang pengganti Rp 24,6 miliar ini dikurangi dari yang sudah diganti atau dibayar oleh terdakwa Mustafa.

Taufiq menyebutkan, Mustafa membayar sebesar Rp 250 juta secara langsung dari seluruh uang pengganti yang dibebankan.

“Mustafa baru membayar Rp 250 juta,” kata Taufiq, dilansir Kompas.

Total kerugian negara atas perkara suap ini mencapai Rp 51 miliar yang merupakan “kutipan” ijon untuk menjamin kontraktor mendapatkan proyek.

Taufiq menyebutkan, total seluruhnya yang sudah disita negara mencapai Rp 10 miliar, mulai dari proses penyidikan hingga persidangan.

Jaksa asal Lampung ini menjelaskan, meski yang sudah dikembalikan mencapai Rp 10,3 miliar, tidak semuanya adalah digunakan untuk mengurangi pembebanan dari Mustafa.

“Itu ada dari pihak lain, DPRD atau pihak lain. Jadi yang sudah disita ini adalah tanggung jawab masing-masing, bukan pengurang beban yang harus dibayar Mustafa,” kata Taufiq.

Taufiq mengungkapkan, dari penyitaan uang tersebut, ada yang menjadi pengurangan bagi Mustafa, yakni sebanyak Rp 3,5 miliar.

Uang ini disebutkan sebagai mahar politik yang diberikan oleh Mustafa kepada parpol untuk menjadi perahu dalam Pilgub 2018 lalu.

Dalam perjalanan perkara ini di pengadilan, disebutkan mahar politik itu digunakan untuk mendapatkan rekomendasi dari parpol.

Kuasa hukum terdakwa Mustafa, M Yunus menilai uang yang menjadi mahar politik ini tidak seharusnya dibebankan semua kepada kliennya.

“Tidak adil jika semua mahar politik ini dibebankan kepada Mustafa. Uang itu sudah kemana-mana,” kata Yunus.

Yunus menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh kliennya itu bermuara untuk mendapatkan rekomendasi perahu politik, sehingga, uang itu tidak dinikmati sendiri oleh Mustafa.

“Sudah jadi pengetahuan (rahasia) umum, jadi tidak adil jika semua dibebankan ke Mustafa, yang menikmati itu orang lain,” kata Yunus. (*) sumber : indotimes.co

 

Bahas Pengembangan Tambak Udang, Gubernur Arinal Terima Kunker Gubernur Sumbar

Lampung24jam.com, Bandar Lampung — Gubernur Arinal Djunaidi menerima Kunjungan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Provinsi Lampung dalam rangka Benchmarking Rencana Pengembangan Tambak Udang, bertempat di Mahan Agung, Jumat (11/06).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kadis Kelautan & Perikanan, Kadis Peternakan & Keswan, Kadis Kominfo & Statistik, Kadis Bina Marga & Bina Konstruksi, Kadis Penanaman Modal & PTSP, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman & Cipta Karya, Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air, Karo Adbang, Karo Adpim, Plt. Kadis Lingkungan Hidup.

Gubernur Sumatera Barat mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung beserta jajaran atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Gubernur Sumatera Barat juga memperkenalkan satu per satu pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Sumbar yang turut serta dalam kunjungan kerja kali ini.

Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini terkait kesuksesan Provinsi Lampung dalam bidang perikanan, khususnya budidaya udang karena diketahui, Lampung telah menyuplai udang untuk kebutuhan nasional sedangkan Sumatera Barat yang memiliki panjang garis pantai 800 Km baru akan memulai mengembangkan budidaya udang.

“Untuk itu kami ingin menggali pengalaman-pengalaman di Provinsi Lampung, sehingga hal positif yang kami dapatkan disini bisa digunakan untuk mengangkat perekonomian Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi Ansharullah.

Selain ingin mempelajari budidaya udang, Gubernur Sumbar juga mengungkapkan ingin mempelajari kelebihan lain yang dimiliki Lampung di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan diantaranya singkong, pisang, jagung, dan sapi.

Melalui 10% anggaran di bidang pertanian yang dituangkan dalam RPJMD Sumatera Barat Tahun 2021-2026, Gubernur Mahyeldi mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Sumbar yang 57 persennya berprofesi sebagai petani.

Di akhir sambutannya, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan kepada jajarannya dan OPD terkait yang turut serta mendampingi dalam kunjungan kerja kali ini agar segera membuat kerjasama dengan Provinsi Lampung sehingga hal yang positif dari Provinsi Lampung bisa digali dan disinergikan.

Sementara itu, mengawali sambutannya Gubernur Arinal atas nama Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran.

Gubernur Arinal menilai tepat langkah yang diambil Gubernur Sumbar untuk mengunjungi Provinsi Lampung dalam rangka menggali pengalaman budidaya udang dan bidang lainnya.

Ekspor Produk Perikanan Provinsi Lampung pada Tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton dengan nilai 2,305 triliun, dimana 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang dengan volume ekspor udang sebesar 14.910 ton, dengan Negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Adapun sebaran usaha budidaya tambak udang berada di 6 (enam) kabupaten yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat, dengan luasan 48.146 Ha (empat puluh delapan ribu seratus empat puluh enam hektar) terdiri dari tambak intensif 3.340 Ha, semi intensif 21.157 Ha dan tambak sederhana 23.649 Ha.

“Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra pertumbuhan perekonomian regional di Pulau Sumatra bahkan nasional, serta memiliki peran penting dalam usaha budidaya udang dan berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya usaha budidaya perikanan,” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal memaparkan, ketika Lampung menghadapi posisi yang sulit akibat pandemi Covid terutama dalam hal ekonomi, dirinya menginisiasi koordinasi ke daerah sehingga situasinya aman. Gubernur Arinal juga diamanatkan langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk menjaga Lampung sebab 40% kebutuhan nasional dari berbagai sektor berasal dari Lampung.

Gubernur Arinal berharap, melalui pertemuan ini dapat menjadi brainstorming yang solutif antara 2 provinsi yaitu Lampung dan Sumatera Barat, mampu menumbuhkan komitmen bersama, dalam memecahkan masalah pengembangan budidaya tambak udang, memunculkan ide dan inovasi untuk memajukan produksi perikanan khususnya usaha budidaya tambak udang di Provinsi Lampung dan Sumatera Barat.

“Saya instruksikan kepada OPD-OPD terkait jangan segan-segan memberikan informasi, juga membantu yang perlu dikaji dan dikembangkan,” harap Gubernur Arinal.(*)

Diduga Mengantuk, Honda Jazz Seruduk Mobil Truck Hingga Ringsek

Lampung24jam.com, Bandar Lampung – Mobil Honda Jazz menabrak Truk Isuzu di Jalan Pramuka depan bengkel cat mobil Kinclong Jaya Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung, Jumat (11/6) pukul 05.30 WIB.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasat Lantas) Polresta Bandar Lampung AKP M Rohmawan mengatakan pengemudi mobil Honda jazz warna merah adalah MRP (18) yang diketahui mengantuk.

“Insiden tersebut antara Mobil honda jazz warna merah nomor polisi BE 1569 CO dan Mobil Isuzu truck dump warna putih kombinasi nomor polisi BE 9132 YA,” katanya

Rohmawan menuturkan sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas kedua kendaraan berjalan satu arah dari arah Rajabasa menuju ke arah Kemiling.

“Posisi mobil truck dump berjalan di depan kendaraan mobil Honda Jazz dengan posisi di lajur kiri jalan. Diduga mengantuk, pengendara mobil Honda Jazz yang lelah mengakibatkan bagian depan mobil Honda Jazz menabrak bagian belakang samping kanan mobil truk yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi mobil Honda jazz mengalami luka lecet di kening kepala, luka lecet pergelangan tangan dan kaki. Sedangkan, pengemudi truk tidak mengalami luka.

“Kejadian ini juga menyebabkan kerugian material Rp 50 juta,” jelasnya.

Korban dan kendaraan kini sudah ditangani pihak kepolisian Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung. (*)

Sumber @lampuung

Trader Kampungan Buat Jalur 2 Jalan Pattimura Terang Benderang

Lampung24jam.com, METRO – Trader Kampungan memasang sembilan strobo dan 10 lampu jalan di Jalur 2 Jalan Pattimura Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Metro Utara. Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas akibat minimnya penerangan jalan.

Founder Trader Kampungan Dicky Kusuma Wardhana mengatakan, pemasangan strobo dan lampu jalan sudah direncanakan beberapa minggu lalu. Setelah peralatan yang diperlukan rampung disiapkan, 20 Anggota Trader Kampungan terjun ke lokasi memasang lampu jalan di 10 titik yang sudah ditentukan.

“Alhamdulillah tidak ada kendala saat pemasangan, semoga apa yang kami lakukan bermanfaat. Tidak ada lagi lakalantas akibat minimnya penerangan jalan,” ungkapnya disela pemasangan lampu, Selasa (9/6/2021) malam.

Dicky menambahkan, Trader Kampung akan terus menciptakan program untuk membantu masyarakat. Waktu dekat, lanjut dia, Trader Kampungan ingin membuat program untuk membantu UMKM di Bumi Sai Wawai.

“Berlaku untuk UMKM se-Kota Metro. Bukan karena markas kita di Metro Utara, hanya pelaku UMKM di Metro Utara saja yang akan kita bantu, tetapi untuk UMKM di Kota Metro. Doakan saja dilancarkan agar segera dieksekusi. Kami masih rumuskan seperti apa mekanismenya,” urainya.

Saat ini Trader Kampungan tengah dalam proses pembuatan Organisasi Trader Penduli Indonesia. Dimana tujuan didirikannya organisasi ini untuk membantu sesama yang membutuhkan.

“Masih dalam proses notaris. Intinya kami ingin bermanfaat bagi sesama. Kalau ditanya apa rencana bhakti sosial Trader Kampungan kedepan, masih kita fikirikan, tetapi kalau ada masyarakat yang butuh bantuan kami bisa datang ke kantor, apa yang bisa dibantu pasti kami bantu,” tukasnya. (ferry)

error: Dilarang Copy Paste, Jika Ingin Merilis Hubungi Admin. ThankYou
Lampung24jam.com