Beranda blog

Menarik, Nama Nunik Tidak Ada Pada Sidang Dakwaan Mantan Bupati Lamteng Mustafa

Lampung24jam.com, BANDARLAMPUNG – Meski diketahui pernah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK dalam kasus mustafa mantan bupati lampung tengah, namun nama Wakil Gubernur Lampung, H. Chusnunia Chalim Alias Nunik tidak turut dibacakan JPU pada surat dakwaanya setebal 26 halaman.

Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin (18/01) mulai mengadili kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa H. Mustafa.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Trimulyono Hendradi, Zainal Abidin, Siswhandono, Taufiq Ibnugroho, Tonny F. Pangaribuan, Surya Darma Tanjung dan Yoyok Fiter Haiti Fewu mendakwa mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) ini secara bersama-sama dengan Taufik Rahman selaku Plt. Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lamteng telah menerima hadiah atau janji berupa komitmen fee proyek yang ada di Lamteng. Nilai totalnya mencapai Rp65,2 miliar lebih yang diterima dalam kurun waktu antara bulan Mei 2017 sampai dengan bulan Februari 2018.

Menariknya dalam surat dakwaan JPU setebal 26 halaman ini, tidak ada nama Wakil Gubernur Lampung, H. Chusnunia Chalim Alias Nunik turut dibacakan JPU. Padahal selama proses penyidikan, Nunik diketahui pernah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK dalam kasus tersebut.

Dalam surat dakwaan itu, JPU hanya menyebut nama beberapa pengusaha dan rekanan proyek yang turut serta menyetorkan komitmen Fee Proyek dengan total Rp65,2 Miliar Lebih.

Diantaranya nama, Budi Winarto alias Awi selaku Direktur PT Sorento Nusantara yang telah menyetorkan uang sejumlah Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Lalu dari Simon Susilo selaku pemilik PT. Purna Arena Yudha uang sejumlah Rp9.000.000.000,00 (sembilan miliar rupiah), dimana dalam kasus ini baik Budi Winarto alias Awi maupun Simon Susilo telah diputus dan dinyatakan bersalah oleh Pengadilan.

Mustafa sendiri dalam kasus ini dijerat pasal berlapis oleh JPU. Yakni Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo.

Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Lalu Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo.

Pasal 64 ayat (1) KUHP. Serta Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. (*) Sumber : BE1Lampung.COM

 

Lampung Utara Dapat Jatah Sebanyak 2.553 Vaksin dari Pemprov

Lampung24jam.com – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung akan mendistribusikan vaksin Covid-19, di antaranya ke Kabupaten Lampung Utara.

“Diskes Lampung akan mendistribusikan kembali vaksin ke daerah yang belum menerima vaksin dengan secara bertahap,” kata Kepala Dinas Kesehatan provinsi Lampung, Reihana, Senin (18/1/2021)

Dijelaskan, masing-masing kabupaten mendapatkan jatah vaksin yang berbeda.

Untuk kabupaten Lampung Utara mendapatkan sebanyak 2.553 unit vaksin.

Kemudian, Reihana menjelaskan, untuk persiapan pelaksanaan vaksinasi tersebut Dinkes Lampung telah melatih sebanyak 1.100 tenaga kesehatan (nakes) atau tenaga vaksinator Covid-19 untuk ditugaskan di 15 kabupaten dan kota.

“Akan kita tambah nakes lagi, sehingga nantinya total sekitar 2.300 vaksinator, dan hari ini kita kembali melatih sebanyak 500 orang vaksinator dan besok ada dua kali lagi pelatihan,” jelas Reihana.

Terpisah, Kabid P2P Dinkes Lampung Utara, dr. Dian Mauli, mengatakan, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada para tenaga kesehatan (nakes) terlebih dahulu.

” Setelah tenaga kesehatan (nakes), selanjutnya TNI-POLRI, kemudian kantor-kantor Instansi pemerintah yang notabene sebagai pelayanan publik, baru masyarakat secara umum,” jelasnya.

Mengenai lokasi vaksinasi akan dilakukan di 27 puskesmas dan di 2 rumah sakit yang ada di Lampura.

“Yakni, RSUD HM Ryacudu dan RS Handayani Lampura,” pungkasnya.

Diketahui Lampung Utara saat ini naik status menjadi wilayah zona merah Covid-19. ( * )

Beraksi di Tanjung Bintang, Pelaku Curanmor Asal Lamtim Berhasil di Tangkap

Lampung24jam.com, Lampung Selatan – Pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang beraksi di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel) disiang bolong, Minggu (17/1/2021), berhasil diringkus.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Tanjung Bintang Kompol Talen Hafidz mengungkapkan, sekitar pukul 12.00 wib, pelaku IA (16) bersama rekannya RS (DPO) yang merupakan warga Sekampung Udik, Lampung Timur, mencoba beraksi di Desa Serdang, Tanjung Bintang.

“Kedua pelaku melakukan pencurian terhadap satu unit sepeda motor jenis Honda Beat warna biru putih, tahun 2019 BE 2315 ACH, milik Jevani Andrean (24) yang diparkirkan di kediamannya untuk makan siang di dalam rumah,” Ungkapnya, Senin (18/1/2021).

Kompol Talen menambahkan, dengan cara merusak kunci sepeda motor korban, kedua pelaku berhasil membawa kabur ke arah Jalan Ir. Soetami Tanjung Bintang.

“Saat itu korban sedang didalam rumah mau makan siang, tiba-tiba terdengar suara helm jatuh dan kemudian korban keluar melihat sepeda motornya tidak ada lagi. Lalu korban bersama keponakan korban yang bernama Dilva berusaha untuk mengejar pelaku,” Tambahnya.

Selanjutnya, imbuh Kompol Talen, saat dilakukan pengejaran oleh korban, tepat di depan PT. Pokhpand korban melihat sepeda motornya yang dikendarai oleh pelaku dan kemudian korban menyalip motor tersebut.

“Setelah berhasil mendapati pelaku, motor tersebut di tendang sehingga jatuh dan kemudian korban menangkap pelaku tersebut dan membawa pelaku ke Pos Satpam PT. Pokhpand,” Lanjutnya.

Kelang beberapa saat setelahnya, Unit SPK, Sabhara dan Unit Buser yang dipimpin oleh Panit I Reskrim Iptu Nurdin Efendi, langsung mengamankan pelaku dan dibawa ke Puskemas Tanjung Bintang untuk penanganan medis terhadap luka akibat jatuh dari sepeda motor.

“Setelah itu, pelaku dibawa ke Polsek Tanjung Bintang untuk dilakukan penyidikan sesuai hukum yang berlaku. Sementara, pelaku laiinnya yang belum berhasil ditangkap, tengah dilakukan pengembangan dan penyelidikan,” Tukasnya. (*)

Cabuli Bocah Dibawah Umur, Kakek 80 Tahun Asal Seputih Mataram Lamteng Dipolisikan

Lampung24jam.com, Lampung Tengah- Atas dugaan kasus pencabulan dibawah umur, seorang kakek 80 tahun asal sumberagung kecamatan seputih mataram lampung tengah dilaporkan ke polisi.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono menyatakan, SA diduga mencabuli NR (10). Berdasarkan keterangan NR kata Eko, korban pergi ke masjid untuk mengaji, pada 26 September 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

“Korban ini mengaji di masjid. Pulang dari mengaji dipanggil pelaku. Korban dicabuli seraya diancam jika agar tak bercerita kepada siapa pun. Korban pulang ke rumah diberi uang Rp5.000,” ujarnya.

Terungkapnya kasus ini, kata Eko, ibu korban diberi tahu temannya bahwa anaknya diciumi dan dipegang-pegang pelaku. “Ibunya dikasih tahu temannya. Korban pun ditanya kakaknya setelah pulang ke rumah. Korban mengaku dicabuli pelaku dan diberi uang Rp5 ribu. Korban diminta tak bercerita kepada siapa pun. Jika cerita diancam dipukul. Korban pun merasa takut. Atas kejadian ini, ayah korban memutuskan berkonsultasi dengan LPA. Kemudian LPA mendampingi untuk melapor ke Polres Lamteng, Kamis (14/1),” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan pihaknya, kata Eko, korbannya ada empat orang. “Korbannya ini empat orang. Tapi hanya satu yang mau melaporkan. Termasuk ada korban yang cucunya sendiri. Orang tua korban juga berharap pelaku dihukum sesuai undang-undang,” katanya.

Melihat kasus ini, kata Eko, pihaknya merasa prihatin. “Kita cukup prihatin dengan kejadian ini. Apalagi usia pelaku sudah tua renta. Kalau bicara kemanusiaan, biarlah jaksa dan hakim yang memutuskan. Apalagi sudah PP tentang kebiri terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Pada Januari 2021 ini saja sudah ada enam korban kejahatan seksual yang ditangani,” tegasnya. (*) Sumber : radarlmapung.co.id

Diunggah ke FB, Judi Sabung Ayam dan Dadu di Way Kanan Digrebek Polisi

Lampung24jam.com, Way Kanan – Berkat informasi dari media sosial facebook yang didapat oleh pihak kepolisian, Polisi berhaail mengungkap kasus penyakit masyarakat yakni judi sabung ayam dan juga judi dadu.

Jajaran Polsek Blambangan Umpu, Polres Way Kanan, langsung gerak cepat menggrebek tempat perjudian Dadu Sintir dan Sabung Ayam, di Kampung Tanjung Raja Sakti, Minggu (17/01/2021).

Penggrebekan itu dilakukan, setelah pihak Kepolisian mendapat informasi dari Media Sosial Facebook. Yang memperlihatkan Video dan Gambar sejumlah warga yang melakukan Perjudian.

Kapolsek Blambangan Umpu, Kompol. Edy Saputra menerangkan sekitar pukul 16.00 Wib sore ini, dirinya mendapat informasi berita viral di Medsos Facebook bahwa terdapat sabung ayam dan perjudian jenis Slintir di Kampung Tanjung Raja Sakti.

“Mendapat informasi itu, saya langsung memerintahkan anggota untuk berkumpul di mako Polsek Blambangan Umpu, setelah di laksanakan APP oleh KSPKT dan 8 ( Delapan ) personil langsung menuju ke TKP,” terang Kompol. Edy.

Sesampainya di TKP, lanjut Edy. KSPKT dan anggota mendapati warga yang melakukan Perjudian langsung melarikan diri karena mengetahui kedatangan petugas. Di lokasi ditemukan 2 ( Dua ) Ekor Ayam Jago, Karpet dan alat dadu slintir berada di seputaran TKP.

“Kemudian personil Polsek Blambangan Umpu mengamankan barang bukti dan membawa barang bukti ke Mako Polsek Blambangan Umpu,” ujarnya.

Edy menambahkan, selama ia menjabat Kapolsek Blambangan Umpu. Pihaknya sudah sering kali melakukan Penggrebekan di wilayah yang sama. Namun, para pelaku masih saja melakukan Perjudian tersebut.

“Sudah berulang kali kita berikan tindakan. Bahkan dengan cara pendekatan secara Persuasif juga sudah kita lakukan. Tapi mereka ini masih aja sering pindah pindah lokasi. Sedangkan kita juga minim informasi di lapangan,” ungkapnya.

Kapolsek juga menghimbau kepada warga agar dapat memberikan informasi kepihak kepolisian, jika ada kejadian serupa. Demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas yang bisa terjadi setiap saat.

“Kami juga bersyukur dan bertrimakasih kepada warga yang sudah mau memberikan informasi terkait hal seperti ini. Semoga kedepannya situasi Kamtibmas di sekitar kita dapat lebih kondusif,” pungkasnya. (*) sumber: utamanews.id

Pemuda Asal Gedongtataan Pesawaran Ditangkap Polisi Terkait Narkoba

Lampung24jam.com, Pesawaran –Kasus penyalahgunaan narkoba kembali terjadi di wilayah hukum polres pesawaran, kali terduga rian (25) harua berurusan dengan pihak berwajib dikarenakan menyalahgunakan barang jaram berupa sabu, hal ini sesuai dengan laporan masyarakat atas terduga rian yang keseharian kerap membawa sabu.

Bermula informasi masyarakat, Team Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) lakukan pengembangan ungkap kasus narkoba terduga Rian (25) warga Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran.

Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo menyebut, terduga Rian (25) diamankan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 21.00 wib.

“Penangkapan tersebut bermula informasi dari masyarakat bahwa pelaku sering membawa narkotika jenis sabu,” terang Vero, Minggu (17/1).

Berawal dari informasi tersebut anggota Team Sat Resnarkoba Polres Pesawaran melakukan penangkapan dan melakukan penggeledahan.

“Saat melakukan penggeledahan oleh anggota, menemukan satu bungkus plastik klip bening berisikan narkoba jenis sabu seberat 0,01 gram yang diduga sisa pakai,” ungkapnya.

Untuk saat ini pelaku beserta barang bukti berupa, satu bungkus rokok bekas berisikan kristal, satu buah kaca pirek, satu unit handphone oppo, kemudian diamankan di Mapolres Pesawaran guna keterangan lebih lanjut.

Diketahui, pasal 112 ayat (1) UU Narkotika menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (*) Sumber : waktuindonesia.id

Almacida Kembali Gelar Kegiatan Sosial, Kali ini Donor Darah

Lampung24jam.com, Lampung Tengah – Aliansi Masyarakat Cinta Damai (Almacida) Kembali menunjukan kepedulian terhadap sesama dengan selalu melakukan kegiatan yang bernilai sosial positif, kali ini Almacida melakukan Donor darah yang bertempat di bumi nabung utara kecamatan bumi nabung lampung tengah, minggu 17/01/2021.

Dalam kegiatan tersebut terkumpul sebanyak 97 kantong darah, hal ini di ungkapkan oleh penanggungjawab kegiatan Didik Iswanto yang menjabat sebagai kordinator bidang kesehatan DPP Almacida.

“Alhamdulillah kali ini kita mendapat 97 kantong semoga apa yang kita usahakan hari ini dapat membantu sesama, sesuai dengan cita-cita almacida yang bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak” ujar didik

Baroji selaku ketua umum Almacida membenarkan adanya kegiatan tersebut, menurutnya kegiatan seperti ini akan terus digagas oleh Almacida sebagai bentuk peduli dan menolong sesama.

” Kegiatan positif seperti ini akan terus ada, karena hadirnya Organisasi Almacida salah satunya adalah untuk bisa berkontribusi dalam banyak hal terkait kesejahteraan masyarakat banyak” ujar baroji.

Ditempat terpisah Tri Ardiyanto selaku sekjend Almacida berharap nantinya kegiatan seperti ini akan lebih meriah lagi, dan lebih banyak lagi kantong darah yang di sumbangkan ke PMI.

“Semoga kegiatan berikutnya akan bertambah banyak agar manfaat yang dirasakan akan semakin luas” pungkas Sekjend Alamcida. (*)

Kabar Duka, Farida Pasha Aktor Mak Lampir Meninggal Dunia

L24, JAKARTA  – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Salah satu aktris lawas kebanggaan Indonesia, Farida Pasha meninggal dunia.

Kabar ini diketahui dari unggahan sang cucu yang juga seorang penyanyi, Ify Alyssa.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Ibunda/Nenek kami tercinta Hj Farida Pasha binti Ali Husen pada hari Sabtu, 16 Januari 2021 jam 19.35 WIB,” tulis Ify di Instagram story.

“Atas segala kekhilafan beliau semasa hidupnya kami mohon dibukakan pintu maaf yg sebesar-besarnya . Terima kasih atas segala bentuk perhatian, dukungan dan doa yg telah disampaikan selama beliau sakit hingga saat terakhirnya,” lanjutnya.

Unggahan cucu Farida Pasha, Ify Alyssa, mengabarkan neneknya meninggal dunia. (Sumber: Instagram/ifyalyssa)

Sebagai informasi, Farida Pasha terkenal dengan peran sebagai Mak Lampir dalam film dan sinetron kolosal Misteri Gunung Merapi.

Tak hanya lewat perannya di Misteri Gunung Merapi, Farida juga membintangi banyak film dan acara TV. Sebut saja Guna-guna Istri Muda, Nenek Grondong, Gondoruwo, dan masih banyak lagi. (*) Sumber : kompas.tv

Oknum Santri di Natar Dipolisikan Karena Kasus Asusila Sesama Jenis

Lampung24jam.com, Natar – Sangat disayabgkan, pondok pesantren yang notabenya merukapan pendidikan yang berbasiskan akhlakul karimah kini di nodai oleh kelakuan bejat oknum santri salah satu pondok pesantren yang ada di natar.

Prilaku bejat Su (18), siswa Pondok Pesantren Perkemi, Desa Branti, Natar, Lampung Selatan, akhirnya dilaporkan ke Polsek Natar. Dia dilaporkan dengan tuduhan melakukan sodomi terhadap adik kelas. Ironisnya, perbuatan bejat itu malah dilakukan di mushala pondok pesantren tersebut.

Korbannya adalah Mf (13), siswa di pondok tersebut. Akibatnya, kini pelaku ditahan di Polsek Natar, Lampung Selatan, sejak Sabtu (16/1/2021) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penahanan Su, berdasarkan laporan ibu korban warga Bandar Lampung. Laporan itu sesuai LP/B-134/1/2021/RESLAMSEL/SEK NATAR per 14 Januari 2021.

Menurut ibu korban berdasarkan pengakuan anaknya dilakukan dua kali oleh tersangka. Pertama, di awal  Januari 2021 di kamar asrama korban dan kedua di musala lingkungan Pondok Pesantren Perkemas.

Saat itu, diam-diam Su masuk ke kamar korban. Kemudian memeluk dan mendekap korban. Pelaku kemudian melakukan perbuatan sodomi. Dari kejadian itu, korban syok dan ketakutan sehingga melapor ke orang tuanya.

“Berdasarkan hasil visum di RS Bhayangkara, korban kemasukan benda tumpul sepanjang kurang lebih dua centimeter. Kami minta pelaku dihukum yang setimpal,” kata ibu korban. (*)

Diduga Jadi Pengedar Sabu, Satu Warga Jabung Lampung Timur Diamankan Polisi

Lampung24jam.com, Lampung Timur- Satu warga kecamatan jabung lampung timur diamankan polisi dengan barang bukti narkotika jenis sabu, diduga ia adalah pengedar karena kedapatan membawa 52 plastik klip bening yang berisikan kristal putih.

PolresLampung Timur mengamankan tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu.  Tersangka adalah Sy (34) warga Kecamatan Jabung Lampung Timur. Berikut tersangka turut diamankan barang bukti berupa 52 plastik klip bening yang berisi kristal putih diduga keras narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 14,52 gram.

Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Narkoba AKP Dennis Arya Putra menjelaskan, berdasarkan informasi masyarakat lelaki lulusan SMP tersebut diduga sebagai pengedar sabu.

Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan. Setelah, dugaan menguat maka petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka berikut barang bukti tersebut, Rabu (13/1).

Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, petugas Polres Lamtim mengamankan IB (31) juga warga Kecamatan Jabung, Kamis (14/1). Berikut tersangka turut diamankan barang bukti berupa 1 buah plastik klip bening yang didalamnya berisi kristal putih diduga keras narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dan alat hisap. “Tersangka dan barang bukti kami amankan di Polres guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,”terang AKP Dennis Arya Putra, Jumat (15/1). (*)

error: Dilarang Copy Paste, Jika Ingin Merilis Hubungi Admin. ThankYou
Lampung24jam.com